Portal Silayur Dikhawatirkan Ganggu Distribusi Logistik, Dewan Minta Kajian Dampak Ekonomi
SEMARANG[BahteraJateng] – Pemasangan portal pembatas kendaraan di Jalan Prof. Hamka, kawasan turunan Silayur, Ngaliyan, Kota Semarang untuk memitigasi kecelakaan menuai kekhawatiran dari sisi ekonomi.
Hal itu disampaikan anggota DPRD Kota Semarang, Mualim. Ia menilai kebijakan tersebut berpotensi mengganggu distribusi logistik, khususnya bagi pelaku usaha di kawasan industri BSB.

Politikus Partai Gerinda tersebut mengatakan, pembatasan tonase kendaraan melalui portal memang bertujuan meningkatkan keselamatan. Namun, ia mengingatkan agar kebijakan tersebut tidak berdampak negatif terhadap aktivitas industri yang selama ini menjadi penopang pendapatan daerah.
“Pengusaha ini juga penyumbang PAD terbesar. Jangan sampai kebijakan ini justru merugikan lebih banyak pihak,” ujar Mualim pada Senin (27/4).

Menurutnya, akses distribusi menjadi kebutuhan vital bagi pelaku usaha. Jika kendaraan bertonase besar dibatasi tanpa solusi alternatif, maka rantai pasok logistik berpotensi terganggu dan berdampak pada aktivitas produksi maupun distribusi barang.
Ia menekankan pentingnya dialog antara pemerintah dan pelaku usaha sebelum kebijakan diterapkan secara penuh. Dengan demikian, dapat ditemukan solusi yang tetap menjaga keselamatan di jalur rawan kecelakaan tanpa menghambat roda perekonomian.
“Harus ada feedback dan solusi bersama antara pemerintah dan pelaku usaha,” tegasnya.
Selain itu, Mualim juga mendorong pemerintah untuk menyiapkan langkah antisipatif, seperti jalur alternatif bagi kendaraan berat atau rekayasa lalu lintas yang tidak membebani sektor industri.
Ia berharap Pemerintah Kota Semarang, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, hingga pemerintah pusat dapat segera melakukan kajian komprehensif terkait dampak kebijakan tersebut, baik dari sisi keselamatan maupun ekonomi.
“Harapannya ada solusi terbaik, masyarakat tetap aman, tapi kegiatan usaha juga tetap berjalan lancar,” pungkasnya.

