Program GENTING Terbukti Bantu Ibu Hamil Lepas dari Kurang Energi Kronis
JAMBI[BahteraJateng] – Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, menegaskan manfaat nyata Program Gerakan Orangtua Asuh Cegah Stunting (GENTING) dalam membantu ibu hamil keluar dari kondisi Kurang Energi Kronis (KEK).
Hal itu disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja ke Kota Jambi pada Rabu (20/8).
Setiba di Jambi, Wamen Isyana langsung mengunjungi sejumlah rumah Keluarga Berisiko Stunting (KRS). Salah satunya rumah Ibu Okta yang tengah hamil delapan bulan.
Selama dua bulan terakhir, Ibu Okta mendapatkan bantuan nutrisi bergizi dari program GENTING yang disalurkan kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) dan diawasi ahli gizi.
Hasilnya terlihat nyata. Lingkar lengan atas Ibu Okta meningkat dari 22 cm menjadi 28 cm sehingga dinyatakan terbebas dari KEK.
“Ini bukti bahwa GENTING benar-benar berdampak. Dengan program pemerintah, ibu hamil terbebas dari KEK. Artinya risiko stunting sejak dalam kandungan juga bisa ditekan,” ujar Wamen Isyana.
Ibu Okta mengaku terharu atas perhatian pemerintah. Ia berharap kehamilannya kali ini berjalan lancar setelah sebelumnya mengalami keguguran.
Selain bertemu Ibu Okta, Wamen Isyana juga mengunjungi dua KRS lainnya, yaitu Lusiana, ibu hamil dengan kondisi KEK, serta Cesya, ibu menyusui dengan bayi berusia 30 hari.
Dalam kesempatan itu, ia memberikan edukasi mengenai pentingnya ASI, peran ayah dalam pengasuhan, dan langkah pencegahan stunting.
Kunjungan kerja tersebut turut didampingi Ketua TP PKK Provinsi Jambi Hesnidar Haris, Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani, Walikota Jambi Diza Hazra Aljosha, Ketua TP PKK Kota Jambi Nadiyah Maulana, serta Wakil Walikota Jambi Diza Aljoza.
Program GENTING sendiri merupakan salah satu quickwins yang dicanangkan oleh Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji, Program ini melibatkan masyarakat, perusahaan, dan komunitas untuk menjadi orangtua asuh cegah stunting.
GENTING juga selaras dengan Astacita Presiden RI Prabowo Subianto, khususnya Astacita keempat tentang peningkatan kualitas sumber daya manusia.

