Bagian dari program Speling Pemprov Jateng, dokter spesialis kulit dari RSUD dr. Moewardi Solo menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga terdampak banjir rob di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Sabtu (14/6).(Dok Humas)
Bagian dari program Speling Pemprov Jateng, dokter spesialis kulit dari RSUD dr. Moewardi Solo menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga terdampak banjir rob di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Sabtu (14/6).(Dok Humas)
| |

Program Speling Pemprov Jateng Gelar Pemeriksaan Kulit Gratis bagi Warga Terdampak Rob di Demak

DEMAK[BahteraJateng] — Sejumlah dokter spesialis kulit dari RSUD dr. Moewardi Solo menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga terdampak banjir rob di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Sabtu (14/6).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Dokter Spesialis Keliling atau Speling yang digagas oleh Pemprov Jateng melalui Dinas Kesehatan.


Kegiatan berlangsung di Balai Desa Sriwulan, Sayung, dan menyasar warga yang rentan mengalami gangguan kesehatan akibat dampak rob, khususnya penyakit kulit. Selain pemeriksaan, para dokter juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan kulit.

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin RSUD dr. Moewardi, dr. Pratiwi Prasetya Primisawitri, menyebut banjir rob memicu risiko infeksi kulit, terutama jamur.


“Kulit menjadi lebih mudah gatal, kering, atau kemerahan saat terkena matahari atau faktor lain. Ini perlu diwaspadai,” ujarnya.

Bagian dari program Speling Pemprov Jateng, dokter spesialis kulit dari RSUD dr. Moewardi Solo menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga terdampak banjir rob di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Sabtu (14/6).(Dok Humas)
Bagian dari program Speling Pemprov Jateng, dokter spesialis kulit dari RSUD dr. Moewardi Solo menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga terdampak banjir rob di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Sabtu (14/6).(Dok Humas)

Sementara itu, dr. Rahmat Firdaus Dwi, juga dari RSUD dr. Moewardi, menekankan pentingnya perawatan kulit yang benar. Ia menyarankan warga mengganti sabun antiseptik dengan sabun yang melembabkan, serta menghindari mandi air hangat.

“Pakai pelembab setiap hari dan jaga kebersihan tubuh. Cuci tangan pakai sabun juga sangat penting,” katanya.

Selama pemeriksaan Speling pada 12–14 Juni 2025 di Desa Purworejo (Bonang), Desa Sayung, dan Desa Sriwulan, ditemukan 50 warga mengalami penyakit kulit. Hal ini mendorong pemerintah untuk terus memperluas cakupan layanan Speling.

Salah satu warga Sriwulan, Menik Sutini (66), menyambut baik kegiatan ini. “Saya periksa kepala pusing, tensi, dan gula darah. Suami saya juga cek kondisi stroke-nya. Terima kasih kepada Pak Gubernur dan tim,” ucapnya.

Warga lain, Yanti (55), berharap program Speling terus dilanjutkan secara rutin. “Biar masyarakat di wilayah rob seperti kami bisa terus terlayani,” katanya. (sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *