Rembang Bergerak
Relawan Rembang Bergerak bersama Yayasan Islam Al Miftahiyyah Desa Sendangmulyo, Kecamatan Gunem, melaksanakan kegiatan rutin pengkayaan hutan di Kawasan Perlindungan Setempat RPH Blebak, BKPH Demaan, KPH Mantingan, Minggu (28/12).(Dok Rembang Bergerak)
|

Rembang Bergerak dan Yayasan Islam Al Miftahiyyah Lakukan Pengkayaan Hutan di Kendeng Utara

REMBANG[BahteraJateng] – Relawan lingkungan Rembang Bergerak bersama Yayasan Islam Al Miftahiyyah Desa Sendangmulyo, Kecamatan Gunem, melaksanakan kegiatan rutin pengkayaan hutan di Kawasan Perlindungan Setempat Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Blebak, BKPH Demaan, KPH Mantingan pada Minggu (28/12).

Kegiatan ini diikuti Pembina Yayasan Islam Al Miftahiyyah, Kyai Maksum, beserta para santri, Ketua Rembang Bergerak Achmad Rif’an, serta relawan dan masyarakat sekitar kawasan hutan.

Dalam kegiatan tersebut, Kyai Maksum membagi peserta ke dalam tiga kelompok penanaman berdasarkan usia dan peran. Kelompok pertama, Miftahul Ulum, terdiri dari santri usia di bawah 18 tahun yang dilatih untuk bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitar sebagai bagian dari masyarakat tepian hutan.

Kelompok kedua, Miftahusy Syubban, merupakan alumni madrasah yang masih aktif mengaji di yayasan. Kelompok ini fokus pada upaya pelestarian sumber mata air dengan menanam bibit sukun dan berbagai jenis beringin, serta tanaman jengkol dan aren di bantaran sungai.

Sementara itu, kelompok ketiga, Miftahul Bustan, yang terdiri dari kelompok dewasa laki-laki dan perempuan sebagai petani hutan, menanam beragam tanaman pangan sekaligus pohon multi purpose tree species (MPTS) seperti nangka, durian, sirsak, dan jambu biji.

Kyai Maksum menegaskan bahwa ulama harus menjadi teladan dengan tindakan nyata, bukan sekadar ceramah. “Menanam pohon adalah usaha menyimpan air. Air adalah sumber kehidupan. Ulama harus memberi contoh langsung,” ujarnya.

Ketua Rembang Bergerak Achmad Rif’an menyampaikan bahwa kawasan karst Kendeng Utara merupakan ruang hidup penting bagi masyarakat Desa Sendangmulyo, terutama sebagai penyimpan potensi air bawah tanah.

Hingga akhir Desember 2025, sebanyak sekitar 2.200 bibit telah ditanam dengan dukungan BPDAS Pemali Jratun dan CV Zenly Bright Indonesia.

Selain penanaman, kegiatan juga mencakup perawatan dan evaluasi bersama guna memastikan keberlanjutan pengkayaan hutan berbasis peran masyarakat lokal.(day)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *