RSUD Wongsonegoro Siapkan Gedung Onkologi Radiasi Untuk Layani Pengobatan Kanker
SEMARANG[BahteraJateng] – Rumah Sakit Umum Daerah KRMT Wongsonegoro (RSWN) saat ini sedang menyiapkan gedung baru khusus onkologi radiasi.
Direktur RSWN Eko Krisnarto mengatakan gedung onkologi radiasi ini nantinya akan menjadi layanan pengobatan kanker yang membutuhkan radiasi, sehingga pasien tidak perlu lagi mengantre di rumah sakit tipe A.
Saat ini pembangunan gedung onkologi radiasi sedang berproses bersamaan dengan pembangunan gedung rawat inap 12 lantai. Bahkan detail engineering desain (DED) nya sudah ada dan sudah masuk dalam lelang.
“Harapannya tahun ini selesai. Kalau selesai, alat ada, dokter ada, SDM ada, insyaallah Januari 2025 bisa beroperasi,” ujar Eko, Jumat (2/2).
Eko menambahkan, dengan adanya gedung onkologi radiasi diharapkan bisa memudahkan masyarakat mendapat pelayanan pengobatan kanker yang membutuhkan radiasi.
Pasalnya, saat ini pelayanan radiasi kanker di Kota Semarang hanya ada di RS Kariadi, sehingga dengan adanya gedung onkologi radiasi di RSWN bisa dimanfaatkan masyarakat dan tidak perlu mengantre di RS Kariadi.
“Semua ini berkat support Bu Wali supaya masyarakat Semarang yang didagnosis kanker tidak menunggu lama di RS tipe A, RS Kariadi, tapi bisa dilayani di RSWN,” tuturnya.
Sementara dari sumber daya manusia (SDM), dia menuturkan, saat ini RSWN sudah memiliki dokter spesialis onkologi radiasi. Bahkan RSWN juga telah menyekolahkan tenaga radiologi.
“Tenaga teknisnya, level 8, saat ini menempuh studi di Universitas Indonesia. Tahun ini selesai, dibarengi dengan pembangunan gedung juga selesai,” ujarnya.
Saat ini, lanjutnya, RSWN terus berinovasi dalam memberikan pelayanan yang lebih baik, bahkan pelayanan juga semakin diperluas.
RSWN baru saja meluncurkan pelayanan Magnetic Resonance Imaging (MRI) 3 tesla pada Januari 2024.
Dengan demikian, lanjutnya, jika ada massa yang tidak bisa terlihat dengan MRI 1,5 tesla, bisa menggunakan MRI 3 tesla.
“Sudah ada layanan untuk MRI 3 tesla sejak januari, sudah diresmikan dan sudah ada pasien. Bisa pakai BPJS,” tuturnya. (rs)

