Pengerjaan dan perbaikan jalan di Jateng terus dikebut dan akan siap menampung gelombang arus mudik dan balik lebaran 2026. Jumat (27/2). [Foto: Kristadi]
|

Ruas Jalan di Jateng Siap Dilintasi Pemudik, Perbaikan Jalur Semarang-Purwodadi Dikebut

SEMARANG[BahteraJateng] – Seluruh jalan raya di Provinsi Jawa Tengah siap menampung gelombang arus mudik dan balik lebaran 2026. Pengerjaan dan perbaikan jalan terus dikebut, termasuk menambal ribuan lubang jalan baik di jalan kabupaten/ kota, provinsi maupun jalan nasional dan dipastikan telah selesai dan dapat dilalui pada H-10 Lebaran nanti.

Dari pantauan Bahtera Jateng, Kamis (26/2) pengerjaan jalan rusak maupun penambalan jalan berlubang sudah dikerjakan di sejumlah daerah. Di kota Semarang sendiri, seperti jalan Brigjen Sudiarto atau Majapahit sudah rampung pengerjaan Proyek Betonisasi. Proyek menelan anggaran 41,9 Miliar tersebut ditujukan untuk memperlebar jalan serta mencegah dampak banjir.

Salah satu pengendara yang sedang melintas di Jalan Majapahit arah Mranggen Demak, Aris (50) mengatakan, Jalan menjadi lebar dan tidak macet.

“Sejak dibeton jalan makin mulus dan lalulintas cukup lancar” katanya

Sedangkan jalan Arteri Sukarno-Hatta maupun jalan Pantura Semarang Jawa Tengah siap untuk dilalui arus mudik-balik lebaran 2026 yang diprediksi akan meningkat.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menyatakan, wilayahnya siap menyambut pemudik pada Lebaran 2026. Kini, langkah-langkah menghadapi arus mudik dan arus balik sudah disiapkan, termasuk perbaikan jalan juga dikebut.

Dikatakan Luthfi, Jawa Tengah menjadi wilayah utama perlintasan nasional, sehingga persiapan infrastrukturnya tidak boleh setengah-setengah.

Apalagi, berdasarkan proyeksi Kementerian Perhubungan, sebanyak 17,7 juta orang diperkirakan masuk ke Jawa Tengah selama periode Lebaran 2026. Sementara secara nasional, Jawa Tengah tercatat sebagai provinsi tujuan favorit dengan estimasi pergerakan 38,71 juta orang.

Oleh karenanya, menghadapi lonjakan tersebut, Luthfi menekankan kondisi jalan provinsi terus dimantapkan.

“Kita mempunyai jalan hampir 2.200 kilometer yang menjadi kewenangan provinsi. Tingkat kemantapan jalan provinsi 94 persen. Tahun 2026 fokus pada perawatan,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Luthfi mengatakan, perawatan jalan tidak sekadar untuk memantapkan kondisi jalan, tetapi juga akan menghubungkan lalu lintas perekonomian wilayah.

Langkah cepat perbaikan jalan rusak diapresiasi oleh warga Kota Semarang, Didik mengaku, merasakan manfaat dari perbaikan ruas jalan Majapahit Semarang. Jalan yang dulu bergelombang, sempit dan sering macet, namun saat ini kondisinya sudah bagus.

Sementara untuk kesiapan jalur utama Semarang-Purwodadi yang sempat terputus karena tanggul sungai Tuntang jebol, saat ini sedang dilakukan perbaikan.

Kepala Dinas PUPR Provinsi Jawa Tengah Henggar Budi Anggoro, menyampaikan sedang mengupayakan perbaikan jalan Godong agar bisa dilalui pemudik lebaran. (sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *