Ahmad Luthfi
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, dalam acara Refleksi dan Doa Bersama Akhir Tahun 2025 di Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Rabu (31/12).(Dok Humas Pemprov)

Sambut 2026, Gubernur Luthfi Siapkan “Take Off” Program Pro-Rakyat

SEMARANG[BahteraJateng] – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan tahun 2026 sebagai fase “take off” pembangunan dengan memperkuat investasi dan program pembangunan yang berpihak langsung kepada kepentingan rakyat.

Target tersebut disiapkan setelah Pemprov Jateng menutup tahun 2025 dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,37 persen dan realisasi investasi mencapai Rp66,1 triliun hingga triwulan III.


Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, sepanjang 2025 pemerintah daerah telah fokus menyiapkan fondasi pembangunan, khususnya pada sektor infrastruktur dan sumber daya manusia, agar percepatan program dapat dilakukan mulai 2026.

“Kita belum puas dengan capaian 2025. Tahun ini kita fokus menyiapkan roadmap dan blueprint pembangunan Jawa Tengah. Infrastruktur kita siapkan agar 2026 menjadi tahun percepatan program yang lebih menyentuh kepentingan rakyat,” ujar Ahmad Luthfi usai acara Refleksi dan Doa Bersama Akhir Tahun 2025 di Gradhika Bhakti Praja, Semarang pada Rabu (31/12).


Acara tersebut dihadiri Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno, para asisten Sekda, serta seluruh kepala OPD dan BUMD di lingkungan Pemprov Jateng.

Ahmad Luthfi menjelaskan, arah pembangunan Jawa Tengah telah dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dengan menekankan kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi kunci dalam menerjemahkan kebijakan nasional ke tingkat daerah.

Menurutnya, penyiapan infrastruktur sepanjang 2025 mencakup infrastruktur sumber daya manusia, jalan dan sarana prasarana, pertanian, hingga infrastruktur pendukung investasi. Dengan fondasi tersebut, Jawa Tengah siap mendukung program strategis nasional, termasuk swasembada pangan.

“Jawa Tengah kita proyeksikan sebagai lumbung pangan nasional sekaligus penopang industri nasional,” katanya.

Dari sisi kesejahteraan, Pemprov Jateng mencatat penurunan angka kemiskinan dari 9,58 persen menjadi 9,48 persen. Sepanjang 2025, investasi padat karya juga menyerap hampir 335 ribu tenaga kerja.

Memasuki 2026, Ahmad Luthfi menegaskan penguatan iklim investasi menjadi prioritas utama agar pembangunan tidak hanya bergantung pada APBD dan pendapatan asli daerah.(sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *