Sisternet Berhasil Menjaring Lebih Dari 1 Juta Penerima Manfaat
JAKARTA [BahteraJateng]- Sisternet, program pemberdayaan perempuan PT XL Axiata Tbk (XL Axiata), sukses menggaet lebih dari 1 juta penerima manfaat.
Group Head Corporate Communications XL Axiata, Reza Zahid Mirza mengungkapkan, komitmen XL Axiata untuk terus memberikan dukungan dan menciptakan peluang bagi perempuan untuk mencapai potensi terbaik mereka.

“Pencapaian ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak perempuan untuk bergabung dan memanfaatkan platform ini dalam perjalanan mereka,” kata dia, dalam siaran rilisnya, Jumat (3/1).
XL Axiata, kata dia, dapat memberdayakan perempuan menjadi lebih mandiri dan sukses menjalankan bisnis. Para perempuan ini diharapkan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lebih inklusif di Indonesia.

Saat ini, 1.024.139 perempuan Indonesia menjadi penerima manfaat Sisternet tersebar di 21 kota/kabupaten. Selaij itu, menyediakan 1.480 kelas edukasi dengan total 177.890 jam sesi kelas serta memberikan 1.000.000 kuota internet.
Dengan kontribusi selama tahun 2024, Sisternet juga berhasil mendorong UMKM Perempuan Indonesia mampu meningkatkan hingga 13% profit bisnis, 75% digitalisasi, serta 30% kualitas barang.
“Pencapaian ini menandai komitmen kuat XL Axiata dalam mendukung pemberdayaan perempuan Indonesia melalui berbagai program inovatif, pelatihan keterampilan, dan inisiatif berbasis digital,” terang dia.
Reza menambahkan, berbagai program dan inisiatif ditawarkan, Sisternet telah berhasil menciptakan ruang aman dan inspiratif bagi perempuan untuk belajar dan tumbuh.
“Anggota dapat mengakses berbagai sumber daya, termasuk pelatihan, seminar, dan konten edukatif relevan dengan kebutuhan mereka,” kata dia.
Sisternet telah meluncurkan berbagai program strategis dirancang untuk memberdayakan perempuan dari berbagai latar belakang.
Mulai dari pelatihan literasi digital, dukungan kepada UMKM perempuan, hingga inisiatif pemberdayaan perempuan di bidang karir tentang kepemimpinan.
“Sisternet telah menjadi mitra terpercaya bagi perempuan Indonesia dalam mengatasi berbagai tantangan, termasuk akses terhadap teknologi dan pengembangan keterampilan,” kata dia.

