DPMPTSP Sleman
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sleman, Triana Wahyuningsih (tengah). (Foto. BahteraJateng/HH)

Sleman Kontribusi 57 Persen Investasi di DIY Triwulan Pertama 2026, Serap 3,4 Ribu Tenaga Kerja 

YOGYAKARTA[BahteraJateng] – Transformasi layanan perizinan berbasis digital yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Sleman mulai menunjukkan hasil signifikan. Pada triwulan pertama 2026, realisasi investasi di Sleman mencapai Rp1,15 triliun atau menjadi penyumbang terbesar investasi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan kontribusi sekitar 57 persen.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sleman, Triana Wahyuningsih, mengatakan kemudahan layanan perizinan menjadi salah satu faktor utama meningkatnya minat investasi di Sleman.


“Kontribusi investasi Kabupaten Sleman terhadap DIY mencapai 57 persen. Pada triwulan pertama ini nilai investasinya Rp1,15 triliun,” ujar Triana saat jumpa pers di Disdukcapil Sleman pada Kamis (7/5/2026).

Menurutnya, Pemkab Sleman terus memperkuat sistem pelayanan berbasis digital melalui pemanfaatan Online Single Submission (OSS) yang terintegrasi dengan pemerintah pusat. Selain itu, terdapat pula inovasi layanan lain seperti Sistem Perizinan Online Daerah Sleman (Sinom), CBG, hingga Mall Pelayanan Publik Digital (MPPD) untuk sektor kesehatan.

Hingga 30 April 2026, layanan OSS disebut telah menjangkau sekitar 109,1 ribu atau hampir 99 persen pelaku Usaha Mikro Kecil (UMK) di Sleman. Dari jumlah tersebut, sebanyak 11.475 UMK telah mendapatkan pelayanan melalui OSS.

“Semua juga komitmen sesuai instruksi Bapak Bupati untuk terus mengevaluasi SOP sesuai aturan yang berlaku,” katanya.

Triana menambahkan, reformasi pelayanan membuat proses penerbitan izin menjadi jauh lebih cepat. Bahkan, apabila rekomendasi teknis telah lengkap dan sesuai, izin dapat diterbitkan hanya dalam waktu satu hari.

“Surat keputusan juga bisa terbit dalam satu hari,” ujarnya.

Selain mendukung percepatan layanan, tingginya investasi juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja. Pada Januari hingga Maret 2026, terdapat 2.637 proyek investasi di Sleman yang mampu menyerap sekitar 3.400 tenaga kerja.

Sektor industri menjadi penyumbang investasi terbesar, disusul sektor transportasi dan telekomunikasi, hotel dan restoran, jasa, ekonomi kreatif, perdagangan, hingga perbankan.

Sementara untuk Penanaman Modal Asing (PMA), investasi terbesar berasal dari Kepulauan Virgin Inggris, Singapura, Belanda, Australia, dan Cyprus. Investasi asing tersebut banyak masuk ke sektor perdagangan, hotel dan restoran, konstruksi dan perumahan, serta kawasan industri dan perkantoran.

Meski mencatatkan pertumbuhan investasi sebesar 16,60 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, realisasi investasi Sleman pada triwulan pertama 2026 masih berada di bawah target yang ditetapkan sebesar Rp2,014 triliun.(day)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *