Tadarus Geguritan Bahas Religiositas Ramadan dalam Puisi Jawa
SEMARANG[BahteraJateng] – Ketua Umum Satupena Jawa Tengah, Gunoto Saparie, akan membahas tema Ramadan dalam puisi Jawa modern dalam kegiatan Tadarus Geguritan dan Diskusi yang digelar secara daring pada Sabtu (7/3/2026) pukul 15.30–18.00 WIB.
Kegiatan bertajuk “Religiositas dalam Puisi Jawa dari Dahulu hingga Kini” ini juga menghadirkan narasumber Yusro Edy Nugroho dari Universitas Negeri Semarang serta Suwardi Endraswara. Diskusi tersebut akan dipandu oleh Ucik Fuadhiyah.

Selain diskusi, kegiatan ini juga diisi pembacaan geguritan atau puisi berbahasa Jawa oleh sejumlah penyair dari berbagai daerah. Mereka antara lain R. Djoko Prakosa dan Widodo Basuki dari Surabaya, Widharningsih serta Any Faiqoh dari Kendal, Wanto Tirta dari Banyumas, Asti Pradnya Ratri dari Sleman, hingga Triman Laksana dari Magelang.
Selain itu, sejumlah penyair lain seperti Eko Wahyudi (Kebumen), Dyah Laras Santi (Temanggung), Iis Islamiyah dan Witara Septia L (Semarang), Widyo Nugroho (Pati), serta Avifah Adelia (Purwodadi) juga akan tampil membacakan karya mereka.
Gunoto Saparie mengatakan religiositas dalam puisi Jawa bukanlah hal baru dalam tradisi sastra Jawa.
“Unsur religius dalam puisi merupakan ungkapan pengalaman batin, sikap taat, serta pengabdian penyair kepada Tuhan yang diwujudkan melalui tema, pilihan kata, dan amanat bernuansa spiritual,” ujarnya pada Jumat (6/3).
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Majalah Sastra Jawa Kinasih dan terbuka bagi para pencinta sastra Jawa yang ingin mengikuti diskusi serta tadarus geguritan secara daring.
Para pencinta sastra Jawa yang berminat mengeklik tautan: https://meet.google.com/oyv-jwju-yvr atau melalui telepon dial +1 475-999-4668 dan enter PIN: 918 298 525#.

