Tradisi Kuras Sendang Mbah Ragil Kuning
Ratusan warga Dusun Mliwang, Desa Kalimaro, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan, mengikuti tradisi tahunan Kuras Sendang Mbah Ragil Kuning, Minggu (12/4).(Dok. Pemdes)

Tradisi Kuras Sendang Mbah Ragil Kuning di Kedungjati Wujud Pelestarian Budaya

GROBOGAN[BahteraJateng] – Ratusan warga Dusun Mliwang, Desa Kalimaro, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan, mengikuti tradisi tahunan Kuras Sendang Mbah Ragil Kuning pada Minggu (12/4). Kegiatan ini menjadi wujud pelestarian budaya sekaligus ungkapan rasa syukur atas keberadaan sumber air yang tak pernah kering.

Tradisi yang telah berlangsung turun-temurun selama ratusan tahun ini dihadiri Kepala Desa Kalimaro Hartono, jajaran Perhutani, serta masyarakat setempat. Warga secara gotong royong menguras sendang yang menjadi sumber utama kebutuhan air sehari-hari.


Sendang Mbah Ragil Kuning yang berada di kawasan hutan RPH Mliwang, BKPH Tanggung tersebut dikenal memiliki debit air yang stabil, bahkan saat musim kemarau.

Kondisi itu menjadikan sendang sebagai urat nadi kehidupan warga, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun pertanian.

Kepala Desa Kalimaro, Hartono, mengatakan tradisi kuras sendang merupakan bentuk penghormatan terhadap alam sekaligus ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Tradisi ini sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Selain untuk membersihkan sendang, juga sebagai bentuk rasa terima kasih atas sumber air yang melimpah dan tidak pernah kering,” ujarnya.

Proses pengurasan dilakukan secara manual menggunakan ember selama hampir dua jam hingga air sendang berangsur surut. Setelah itu, warga bersama-sama membersihkan dasar sendang dari lumpur dan kotoran.

Usai kegiatan, warga melanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin tokoh agama setempat. Tradisi kemudian ditutup dengan makan bersama berupa nasi gudangan lengkap dengan lauk ayam, tempe, tahu, dan telur yang disajikan di atas daun pisang.

Asper/KBKPH Tanggung, Wagiyono, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi kekompakan warga dalam menjaga tradisi.

“Kegiatan ini bukan hanya menjaga budaya, tetapi juga mempererat kebersamaan masyarakat. Kami sangat senang bisa hadir dan mendukung tradisi yang positif seperti ini,” katanya.

Selain sebagai ritual budaya, tradisi Kuras Sendang Mbah Ragil Kuning juga memiliki nilai ekologis. Melalui kegiatan ini, warga secara langsung turut menjaga kebersihan sumber air serta kelestarian lingkungan di sekitarnya.

Dengan terus dilaksanakan setiap tahun, tradisi ini diharapkan tetap lestari dan menjadi warisan budaya yang dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *