Planetarium dan Observatorium KH. Zubair Umar Al-Jailany, UIN Walisongo Semarang
Planetarium dan Observatorium KH. Zubair Umar Al-Jailany, UIN Walisongo Semarang.(Foto Ist)
|

UIN Walisongo Jadi Destinasi Edukasi Unggulan di Jateng, Dari Astronomi hingga Jejak Walisongo

SEMARANG[BahteraJateng] – Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang kini tidak hanya dikenal sebagai kampus riset berbasis keislaman, tetapi juga menjelma menjadi salah satu destinasi edukasi unggulan di Jawa Tengah.

Humas UIN Walisongo, Astri Amanati, menyampaikan melalui sejumlah laboratorium dan wahana pembelajaran terbuka, kampus UIN Walisongo aktif melayani kegiatan belajar publik, mulai dari siswa sekolah hingga komunitas masyarakat umum.


Beberapa fasilitas edukatif yang dimiliki UIN Walisongo terbuka untuk kunjungan dengan prosedur yang sederhana. Sekolah atau lembaga yang berminat cukup mengajukan permohonan ke bagian humas kampus.

“Setiap kunjungan akan didampingi oleh pemandu profesional dengan narasi berbasis keilmuan dan nilai-nilai Islam,” tutur Achie, sapaan akrabnya dalam keterangan tertulis pada Senin (14/7).



Salah satu wahana unggulan adalah Planetarium dan Observatorium KH. Zubair Umar Al-Jailany. Dibuka sejak 2019, tempat ini menjadi planetarium pertama di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), serta dinobatkan sebagai planetarium universitas terbesar ketiga di dunia versi Worldwide Planetarium Database (WPD).

“Di sini, pengunjung dapat menikmati pertunjukan astronomi dan fenomena angkasa dalam balutan narasi Islami,” jelasnya.

Wahana lain yang tak kalah menarik adalah Walisongo Center, yang diresmikan pada 2023. Tempat ini berfungsi sebagai museum, laboratorium sejarah Islam, serta pusat riset budaya Nusantara.

Pengunjung dapat menjumpai koleksi langka seperti foto-foto dakwah Walisongo, wayang dan gamelan kuno peninggalan Sunan Kalijaga, serta manuskrip karya ulama besar seperti KH Hasyim Asy’ari dan KH Soleh Darat.

Selain itu, tersedia juga miniatur Ka’bah dan Jamarat yang terletak di Kampus 3 UIN Walisongo. Fasilitas ini kerap dimanfaatkan untuk simulasi manasik haji oleh siswa TK hingga SMA dari berbagai daerah di Jawa Tengah.

“Dengan pendekatan yang kontekstual dan menyenangkan, UIN Walisongo terus berupaya menghadirkan pembelajaran sepanjang hayat, serta memperkuat integrasi antara sains, sejarah, dan nilai-nilai keislaman bagi generasi muda,” pungkasnya.(sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *