Upaya Tekan Kecelakaan di Turunan Silayur, Dishub Pasang Portal di Silayur
SEMARANG[BahteraJateng] — Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang mulai memasang portal pembatas ketinggian di turunan Silayur tepatnya di Jalan Semarang–Boja, tepatnya di kawasan Kedungpane, Kecamatan Ngaliyan pada Minggu (26/4) malam.
Kebijakan ini diambil sebagai langkah konkret menekan angka kecelakaan lalu lintas yang kerap melibatkan kendaraan berat di Jalan Prof. Hamka, khususnya di turunan Silayur.

Kepala Dishub Kota Semarang, Danang Kurniawan, mengatakan portal tersebut difungsikan untuk menyaring kendaraan bertonase besar agar tidak melintas di jalur rawan tersebut. Selama ini, turunan Silayur dikenal sebagai titik rawan kecelakaan, terutama akibat kendaraan berat yang kehilangan kendali.
“Pemasangan portal ini untuk menekan angka kecelakaan yang melibatkan kendaraan berat di Jalan Prof. Hamka, khususnya di turunan Silayur,” ujarnya.

Portal berbahan besi itu dilengkapi sistem buka-tutup menggunakan katrol. Pada jam pembatasan, tinggi portal diturunkan menjadi 3,4 meter sehingga kendaraan besar seperti truk tronton dan gandengan tidak dapat melintas.
Sementara pada pukul 23.00 hingga 05.00 WIB, portal akan dinaikkan hingga 4,2 meter untuk memberi akses bagi kendaraan berat di luar jam sibuk.
Saat ini, portal baru dipasang satu unit di jalur arah turun kawasan Kedungpane untuk mengantisipasi kendaraan menuju Ngaliyan. Lokasi ini dipilih setelah mempertimbangkan keberadaan kawasan industri, pabrik, dan pergudangan di sekitarnya, sehingga berfungsi sebagai titik penyaringan awal kendaraan besar.
Meski demikian, Dishub tetap melakukan pengawasan langsung di lapangan, khususnya terhadap kendaraan dua sumbu dengan tinggi di bawah 3,4 meter yang masih dapat melintas. Pengawasan dilakukan di sejumlah titik, seperti Bundaran BSB dan Simpang Jrakah.
“Masih ada kendaraan dua sumbu yang bisa lewat, sehingga pengawasan tetap kami lakukan agar pembatasan ini efektif,” jelas Danang.
Ke depan, Dishub berencana menambah portal serupa di Simpang Jrakah serta membangun pos pengawasan permanen guna mendukung kinerja petugas di lapangan.
Selain pemasangan portal, sejumlah langkah rekayasa lalu lintas juga telah dilakukan, seperti penutupan putaran balik (U-turn) yang dinilai berpotensi memicu kecelakaan. Evaluasi akan terus dilakukan bersama pihak terkait guna memastikan keselamatan pengguna jalan di jalur tersebut semakin optimal.
Berdasarkan pantauan di lokasi, kendaraan besar dengan tinggi di atas batas portal terpaksa putar balik setelah pemasangan dilakukan. Pengendara pun mengaku merasa lebih aman dengan adanya pembatasan tersebut.
“Lebih nyaman, setidaknya kendaraan besar tidak melintas di jam sibuk,” ujar Ikhsan, salah satu pengguna jalan.

