Viral Jukir Liar di Kota Lama, Dishub Bergerak Cepat Tindak Pelaku
SEMARANG[BahteraJateng] – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang bergerak cepat merespons viralnya video penarikan tarif parkir oleh juru parkir (jukir) liar sebesar Rp40 ribu di Kawasan Kota Lama.
Tak lama setelah video tersebut beredar, Dishub langsung melakukan penelusuran di lokasi kejadian yang berada di sekitar Rumah Makan Pringsewu. Dari hasil pengecekan, area tersebut dipastikan bukan titik parkir resmi.

Kabid Parkir Dishub Kota Semarang, Andreas Caturady, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah memberikan izin pengelolaan parkir di lokasi tersebut.
“Sudah kita cek, memang kami tidak memberikan izin parkir di area ini. Ini parkir liar dan jukirnya tidak resmi,” ujarnya pada Senin (13/4).
Dalam proses penanganan, Dishub juga berkoordinasi dengan aparat kepolisian. Tiga jukir yang terlibat, yakni Rafis Firmansyah, Susanto alias Kuncung, dan Wahyu Abdulsari, telah diamankan oleh Polsek Semarang Tengah dan tengah dimintai keterangan.
Dishub mengapresiasi langkah cepat kepolisian dalam mengamankan para pelaku. Dari hasil pemeriksaan, ketiganya mengakui telah menarik tarif parkir yang tidak sesuai ketentuan.
Sebagai tindak lanjut, Dishub berencana melakukan pembinaan terhadap para jukir tersebut, termasuk meminta mereka menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui media sosial serta tidak mengulangi perbuatannya.
“Rencananya saya minta para jukir ini menyampaikan permintaan maaf melalui media sosial dan tidak mengulangi perbuatannya,” kata Andreas.
Selain penindakan, Dishub juga menyiapkan langkah pencegahan agar kasus serupa tidak terulang. Di antaranya dengan menambah rambu larangan parkir serta penunjuk lokasi parkir resmi di kawasan Kota Lama.
Dishub juga akan memperkuat pengawasan dan memasang informasi tarif parkir sesuai peraturan wali kota di sejumlah titik parkir insidentil, terutama saat akhir pekan.
Melalui langkah cepat ini, Dishub berharap praktik parkir liar dapat ditekan sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan yang berkunjung ke Kawasan Kota Lama.

