Wujud Perhatian untuk Nahdliyyin, Ini Cara LAZISNU Sragen Salurkan Dana ZIS
SRAGEN[BahteraJateng] – Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, menunjukkan komitmennya terhadap warga Nahdliyyin melalui program-program yang menyentuh berbagai aspek kehidupan. Mulai dari bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial-kemanusiaan, hingga kepedulian lingkungan.
Sekretaris LAZISNU Sragen, Muhammad Nur Mubtadi’in, menjelaskan bahwa pihaknya memiliki berbagai produk program dalam menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Salah satu program unggulan yaitu NU Care Cerdas, yang difokuskan pada sektor pendidikan.
“Ada program beasiswa untuk siswa dari keluarga kurang mampu tapi berprestasi, serta bantuan perlengkapan sekolah bagi santri dan pelajar kurang mampu,” ujarnya, Selasa (10/6).
Kemudian, program NU Care Sehat menghadirkan layanan pengobatan gratis, bantuan alat kesehatan seperti kursi roda dan tongkat, hingga mobil klinik berjalan yang didanai Unit Pengumpul ZIS Nahdlatul Ulama (UPZISNU) di tingkat kecamatan.
“LAZISNU sudah memiliki ambulans di setiap kecamatan. Selain layanan kesehatan gratis, ambulans juga digunakan untuk mengantar jenazah warga NU yang meninggal,” ungkap Mubtadi’in.
Untuk bidang sosial-kemanusiaan, NU Care Damai menyalurkan bantuan kebencanaan seperti perahu karet, pelampung, mesin perahu, hingga peralatan dapur umum saat terjadi bencana, baik di dalam maupun luar daerah.
Di sisi pemberdayaan ekonomi, NU Care Berdaya hadir mendukung pelaku usaha kecil. Bentuk bantuannya antara lain gerobak angkringan, peralatan usaha, dan bantuan modal yang diawasi secara berkala.
“Bantuan seperti gerobak bakso, alat cukur, hingga stand es teh bersifat hak pakai. Jika tidak digunakan lagi, maka harus dikembalikan untuk dialihkan ke penerima lain,” tegasnya.
Sementara itu, penguatan kelembagaan NU difasilitasi melalui NU Care Tangguh, dengan menyalurkan dana untuk mendukung program-program dari badan otonom (Banom) dan lembaga di bawah naungan Nahdlatul Ulama.
Sayangnya, program NU Care Hijau yang ditujukan untuk kepedulian lingkungan belum berjalan secara aktif. Namun, LAZISNU Sragen telah merancang program pengelolaan sampah plastik dan pendirian bank sampah. Ke depan, program ini akan disinergikan dengan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) melalui penyaluran bibit buah dan edukasi lingkungan.
Realisasi Dana Hampir Rp200 Miliar
Ketua LAZISNU Sragen, Lulus Sriono, memaparkan bahwa total realisasi penerimaan dana ZIS sepanjang tahun 2024 mencapai hampir Rp200 miliar.
Perinciannya, zakat mal individu sebesar Rp74,59 juta, zakat mal dari badan atau organisasi Rp22,5 juta, serta zakat fitrah mencapai Rp22,3 miliar. Pengumpulan dari program Koin NU mencapai Rp2,6 miliar, infak terikat Rp5,8 miliar, dan infak tidak terikat Rp1,57 miliar.
Adapun dana kurban tercatat sebesar Rp154,75 miliar, ditambah dana fidyah dan bagi hasil bank Rp822,848.
Sementara itu, realisasi penyaluran program atau tasaruf meliputi: NU Care Cerdas: Rp128,3 juta, NU Care Berdaya: Rp129,2 juta, NU Care Sehat: Rp215,9 juta, NU Care Hijau: Rp116,4 juta, dan NU Care Damai: Rp163,97 miliar. Total tasaruf program mencapai Rp164,56 miliar.
Pengeluaran operasional mencakup gaji amil, edukasi, belanja pegawai, dan administrasi umum, dengan total sebesar Rp231 juta.
Lulus menegaskan bahwa capaian tersebut adalah buah dari kerja keras dan proses belajar manajemen yang berkelanjutan.
“Kami terus belajar dan berupaya mengelola dana ZIS secara profesional dan akuntabel,” pungkasnya.(sun)

