Zenly Bright Indonesia: Ruwat Bumi, Rawat Peradaban
REMBANG[BahteraJateng] – Bagi pegiat lingkungan hidup Kabupaten Rembang, Zenly Bright Indonesia, sebuah perusahaan perlengkapan rumah tangga yang peduli pada kelestarian alam, tidaklah asing terdengar.
Hal tersebut disampaikan Ketua Komunitas Rembang Bergerak sekaligus Konsultan Zenly Bright Indonesia, Achmad Rif’an di Desa Sendangmulyo, Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang pada Kamis (25/12).
Perusahaan handy craft yang berkantor di Bali dan owner-nya berasal dari Dukuh Blebak, Desa Sendangmulyo, Kecamatan Gunem, sangat getol dalam kegiatan konservasi air dan lahan.
Muhrom Zainul Mahmudi, owner Zenly Bright Indonesia, menyampaikan mulai tahun 2023 bersepakat dengan seluruh karyawan dan juga mitra / partner untuk melakukan kegiatan sosial bakti lingkungan.
Achmad Rif’an menyampaikan kegiatan Zenly Bright Indonesia selama ini bersama masyarakat.
“Menanam bibit salam, cemara, beringin, johar dan banyak pohon dari berbagai jenis mulai dari Desa Sendangmulyo, Desa Panohan, Desa Demaan, Desa Banyuurip, hingga Desa Sambongpayak. Sebelumnya Desa Kulutan, Desa Gunem, Desa Sidomulyo, dan Desa Telgawah,” ujar Rif’an.
Selain menanam pohon, karyawan bersama masyarakat merawat tumbuhan yang telah ditanam, serta menyulam tanaman mati.
Semuanya dilakukan secara mandiri dan berswadaya dalam bergerak. Bahkan, Zenly Bright Indonesia mengajak semua pihak untuk meruwat bumi dengan menanam.
Lebih lanjut Rif’an menyampaikan cara mereka menumbuhkan kepedulian pada lingkungan hidup.
“Menguatkan sense of crisis. Begitulah cara kita tetap sadar, peduli, dalam memandang hidup dan merawat peradaban dari para leluhur dan juga para anbiya dan rasulNya yang mendapatkan pencerahan dari Sang Hyang Tunggal, Tuhan Yang Maha Kuasa Allah Ta’ala,” kata Rif’an.
Muhrom Zainul Mahmudi atau lebih akrab dipanggil Zain merupakan sosok visioner. Ia menyampaikan pandangannya.
“Act locally think globally. Kami memang masih kecil, namun berpikir besar. Zenly Bright Company adalah sebuah perusahaan yang memanfaatkan limbah kayu menjadi handy craft. Dan kami sadar, bahwa alam adalah sahabat dan saudara manusia. Kita dalam ruang hidup yang sama,” tuturnya Zain.(day)

