12 Petugas Pemilu di Jateng Meninggal Usai Coblosan
SEMARANG[BahteraJateng] – Sebanyak 12 orang petugas penyelenggara Pemilu 2024 di Jawa Tengah meninggal dunia setelah coblosan. Data tersebut disampaikan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provisi Jateng, 7 diantaranya merupakan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).
Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kesehatan Dinkes Jateng, Elhamangto Zuhdan mengatakan sampai dengan hari Sabtu (17/2) kemarin, tercatat ada 12 petugas Pemilu yang meninggal dunia. Mereka ada yang merupakan petugas KPPS, linmas serta saksi.
“Untuk penyebab meninggalnya para petugas ini, sebagian besar karena adanya penyakit bawaan, seperti jantung, diabetes dan sebagainya. Mungkin karena memiliki penyakit bawaan, kemudian ditambah bertugas cukup lama selama proses pemungutan dan perhitungan suara, sehingga kondisi kesehatan menurun,” ujarnya.
Elhamangto menuturkan, untuk para petugas KPPS sudah mendapatkan pelayanan kesehatan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Kementrian Kesehatan bersama KPU dan BPJS Kesehatan sebelumnya memang sudah melakukan kerjasama.
Dinkes Jateng sudah melakukan upaya untuk menjaga kesehatan para petugas pemilu, antara lain dengan melakukan screening kesehatan. Dari hasil screening memang ditemukan ada beberapa petugas termasuk kategori berisiko, karena memiliki penyakit penyerta atau penyakit bawaan.
“Sudah ada kerjasama antara Kemenkes dengan KPU dan BPJS, untuk pemeriksaan kesehatan anggota KPPS hingga petugas lainnya, seperti Linmas,” tuturnya. (rs)


