Mampir Pabrik Tahu di Wonosobo, Gus Yasin Edukasi Warga Tentang Pengelolaan Limbah Jadi Gas

WONOSOBO[BahteraJateng] – Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), mengunjungi kampung penghasil tahu di Wonosobo dalam rangkaian safari menyapa masyarakat. Pada Minggu, 3 Oktober, Gus Yasin berhenti di sebuah pabrik tahu rumahan di daerah Balekambang, Sumbersari, Selo Merto.

Saat bertemu dengan Emi, pemilik pabrik tahu, ia mendiskusikan pengelolaan limbah dari produksi tahu. Emi mengungkapkan bahwa selama ini limbah tahu digunakan untuk pakan ternak seperti ikan dan sapi.

“Selama ini limbahnya buat pakan ternak seperti  pakan ikan dan pakan sapi Pak,” kata Emi.

Menanggapi hal ini, Gus Yasin menjelaskan bahwa limbah tahu memiliki potensi lebih besar jika diolah menjadi biogas untuk kebutuhan gas rumah tangga. Ia mengutip contoh di Purworejo, di mana hanya dengan tiga pabrik tahu, limbah yang dihasilkan bisa dialirkan untuk kebutuhan gas sekitar 200 rumah.

“Sehingga warga yang teraliri gas hanya membayar Rp 10 ribu setiap bulan, tidak perlu membeli gas mahal,” ujar Gus Yasin.

Menurutnya, pengelolaan limbah tahu yang diolah menjadi gas dapat mengurangi biaya rumah tangga, di mana warga hanya perlu membayar sekitar Rp 10 ribu per bulan untuk gas, jauh lebih murah dibandingkan harga gas LPG yang terus meningkat.

Proses pembuatan biogas ini, lanjutnya, tidak rumit dan mirip dengan teknologi biogas yang menggunakan kotoran sapi atau manusia. Limbah tahu dikumpulkan di dalam sebuah bungker khusus, yang kemudian menghasilkan gas yang dapat disalurkan ke rumah-rumah warga melalui pipa atau selang. Selain ramah lingkungan, teknologi ini juga dinilai efisien untuk memenuhi kebutuhan gas rumah tangga dengan biaya produksi yang rendah.

Gus Yasin memperkirakan, jika 12 pabrik tahu di kampung tersebut diolah limbahnya, potensi gas yang dihasilkan bisa mencukupi kebutuhan sekitar 800 rumah. Ini tentunya menjadi solusi praktis bagi masyarakat yang terbebani oleh tingginya harga gas LPG.

Emi dan warga lain di kampung tersebut menyambut baik gagasan tersebut. Mereka menyatakan siap mendukung pengelolaan limbah tahu menjadi biogas karena manfaat ekonomis yang besar. Selain bisa menghemat biaya, mereka juga berharap pemanfaatan limbah ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.

Gus Yasin yang berpasangan dengan Ahmad Luthfi dalam Pilgub Jateng 2024, terus menyerap aspirasi masyarakat dan menawarkan solusi praktis untuk meningkatkan perekonomian warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *