Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama TNI Angkatan Udara melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada Rabu (29/1). Dok BNPB
| |

BNPB Modifikasi Cuaca Ekstrem di Perairan Utara Jateng

JAKARTA [BahteraJateng]- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama TNI Angkatan Udara menebar 1 ton garam atau Natrium Klorida (NaCl)di wilayah perairan utara Jawa Tengah merupakan bagian dari modifikasi cuaca untuk mengurangi potensi cuaca ekstrim di wilayah tersebut terjadi pada beberapa hari terakhir.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, langkah ini diambil untuk menanggulangi dampak bencana seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem yang berpotensi merugikan di Jawa Tengah dan Kalimantan Selatan.


“Operasi ini melibatkan kerjasama antara BNPB, BPBD, dan TNI Angkatan Udara, serta menggunakan teknologi canggih untuk memitigasi bencana,” ungkap dia, dalam siaran rilisnya, Jumat (31/1).

Jawa Tengah, kata dia, dikenal dengan potensi bencana hidrometeorologi tinggi, menjadi prioritas dalam Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Berdasarkan analisis cuaca cermat, Monsun Asia masih aktif dan Madden-Julian Oscillation (MJO) berada di Kuadran 4, mendukung pembentukan awan hujan sangat besar. Situasi ini ditambah dengan perlambatan angin memperburuk ketidakstabilan atmosfer meningkatkan potensi hujan lebat di wilayah tersebut.

Prediksi cuaca selama 24 jam menunjukkan, intensitas hujan tinggi akan mengarah pada peningkatan risiko bencana, seperti banjir dan tanah longsor. Untuk itu, BNPB melakukan operasi dengan menggunakan metode penyemaian awan dengan Natrium Klorida (NaCl), bertujuan mempercepat hujan di wilayah perairan sebelum bergerak menuju daratan.

Operasi ini dilaksanakan pada Rabu, (29/1) dalam tiga sorti penerbangan menggunakan pesawat Cessna Caravan 208B (registrasi PK-SNN), disesuaikan dengan lokasi strategis untuk mengurangi dampak bencana. Sorti pertama dimulai pukul 07.58 WIB hingga 10.06 WIB, dengan penyemaian 1.000 kg NaCl di perairan utara Jawa Tengah. Sorti kedua berlangsung pada pukul 14.08 WIB hingga 16.05 WIB, dan sorti ketiga dilakukan pada sore hari antara pukul 16.32 WIB hingga 18.01 WIB.

Tidak hanya Jawa Tengah, Kalimantan Selatan juga menghadapi tantangan serupa. Strategi terencana dan penerapan teknologi terkini, OMC di Jawa Tengah dan Kalimantan Selatan diharapkan dapat mengurangi risiko bencana ditimbulkan oleh hujan lebat, banjir, dan tanah longsor.

“BNPB juga menghimbau kepada masyarakat untuk terus waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Masyarakat di wilayah rawan bencana diimbau untuk memantau perkembangan informasi dari sumber terpercaya. Selain itu, penting untuk menjaga kewaspadaan, mengantisipasi bahaya banjir, longsor, dan cuaca buruk lainnya dengan mempersiapkan diri sesuai dengan protokol darura telah disosialisasikan,” terang dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *