Polisi Gagalkan Perang Sarung di Demak, Delapan Remaja Diamankan
DEMAK[BahteraJateng] – Personel Polres Demak berhasil menggagalkan aksi perang sarung yang direncanakan di Jalan Sawah, Desa Tempuran, Kecamatan Demak, pada Minggu dini hari (2/3).
Tawuran perang sarung di Demak ini diduga melibatkan dua kelompok remaja yang telah berkoordinasi melalui pesan WhatsApp.
Kapolres Demak, AKBP Ari Cahya Nugraha, melalui PLH Kabag Ops Polres Demak, Kompol Supardiono, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima informasi mengenai rencana bentrokan tersebut saat patroli malam. Setelah dilakukan pengecekan, delapan remaja berhasil diamankan sebelum bentrokan terjadi.
“Setelah kami periksa, mereka membawa sarung yang telah dimodifikasi dengan batu dan per sebagai senjata,” ujar Supardiono saat dikonfirmasi di Mapolres Demak, Minggu (2/3).
Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa salah satu kelompok yang terdiri dari 12 orang sudah lebih dulu tiba di lokasi dengan membawa sarung berisi batu. Tak lama kemudian, kelompok lawan yang berjumlah lebih banyak datang dengan perlengkapan serupa.
“Namun, kehadiran patroli kami berhasil menggagalkan bentrokan sebelum ada kontak fisik. Delapan remaja berhasil diamankan, sementara lainnya melarikan diri,” tambahnya.
Barang bukti berupa sarung yang telah dimodifikasi dengan batu dan per turut diamankan ke Mapolres Demak. Para remaja yang ditangkap kemudian diberikan pembinaan serta menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya. Mereka kemudian dikembalikan kepada orang tua masing-masing untuk mendapatkan bimbingan lebih lanjut.
Kasat Reskrim Polres Demak, AKP Kuseni, menegaskan bahwa meskipun para pelaku masih di bawah umur, mereka tetap bisa diproses hukum jika terbukti melakukan tindak pidana.
“Jika dalam tawuran ini ada korban luka, proses hukum akan tetap berlanjut meskipun pelaku dan korban masih anak-anak,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan para orang tua agar lebih memperhatikan aktivitas anak-anak mereka, terutama saat malam hari.
“Kami mengimbau kepada orang tua untuk lebih mengawasi anak-anaknya agar tidak terlibat dalam kegiatan yang berbahaya. Jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, baik anak maupun orang tua akan turut menanggung konsekuensinya,” pungkasnya.(sun)

