Kementerian Kependudukan Dukung Peningkatan Kompetensi Bidan KB
JAKARTA [BahteraJateng]- Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga siap mendukung peningkatan kompetensi bidan yang akan melayani alat kontrasepsi IUD dan implan.
Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Sekretaris Utama BKKBN Prof. Budi Setiyono, Ph.D dalam hal ini mewakili Mendukbangga/Kepala BKKBN Dr. Wihaji, S.Ag., M.Pd. menghadiri Rapat Koordinasi Komite Kebijakan Sektor Kesehatan (KKSK) Triwulan I Tahun 2025 bersama Menteri Kesehatan, BPJS Kesehatan, BPOM, OJK, dan DJSN di Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK), Jakarta.

Beberapa poin penting Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin berkaitan dengan program Kemendukbangga/BKKBN antara lain meningkatkan kompetensi bidan puskesmas untuk pelayanan KB Implan dan IUD.
“Selanjutnya pelatihan kontrasepsi bagi 3.290 bidan dengan target 100% puskesmas memiliki bidan kompeten deadlinenya November 2025. Kemudian mengintegrasikan tata kelola program kesehatan ibu dan anak (KIA) dengan integrasi data kementerian/lembaga terkait,” ungkap Menteri Budi.
Selain itu juga sinergitas dalam hal peningkatan interoperabilitas data Kemenkes, Kemendukbangga/BKKBN, BPOM, dan BPJS.
Sesmen Kemendukbangga/ Sestama BKKBN Prof. Budi Setiyono, Ph.D menyambut baik dukungan Kemenkes dalam peningkatan pelayanan KB dengan pelatihan bidan untuk memasang alat kontrasepsi IUD dan implan.
“Pelatihan tersebut sangat penting untuk memastikan agar bidan memiliki kapasitas dan kualitas pelayanan yang memenuhi standar internasional,” jelasnya.

