Bulgaria dan Guinea Puji Keberhasilan SDGs Indonesia
NewYork [BahteraJateng] – Pemerintah Indonesia kembali menunjukkan komitmen dalam pembangunan manusia yang berkelanjutan dalam rangka mendukung Rencana Aksi ICPD (International Conference on Population and Development) dan pencapaian Agenda 2030 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/ Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka yang mewakili Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji menegaskan, pentingnya implementasi Rencana Aksi ICPD (International Conference on Population and Development) menempatkan pembangunan manusia sebagai pusat dari strategi pembangunan nasional dalam Sidang Commission on Population and Development 58th Session/ Komisi Kependudukan dan Pembangunan (CPD) ke-58 yang diselenggarakan di New York, Amerika Serikat.

“Dengan lima tahun tersisa menuju Agenda 2030, sangat penting bagi kita untuk melaksanakan Rencana Aksi ICPD, dengan menempatkan pembangunan manusia sebagai pusat pembangunan. Ini untuk memastikan bahwa kemajuan pembangunan bukan hanya terukur dalam angka, tetapi juga mencerminkan populasi global yang berkembang, bermartabat, dan sejahtera, serta memenuhi janji untuk “no one left behind” tidak ada yang tertinggal”,” ujar Wamen Isyana, Rabu (9/4).
Pemerintah Indonesia, kata dia, telah mengintegrasikan tren dan dinamika kependudukan ke dalam perencanaan pembangunan nasional, dengan menempatkan pembangunan manusia di posisi teratas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. Hal ini merupakan bagian integral dari kebijakan dan program untuk mencapai SDGs.
“Dalam upaya ini, kami ingin berbagi beberapa strategi kunci berdasarkan pengalaman Indonesia,” tambahnya.
Dia melanjutkan, Indonesia memprioritaskan kolaborasi lintas sektor sebagai langkah kunci dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pemantauan inisiatif kesehatan reproduksi dan keluarga berencana. Melalui pendekatan ini, Indonesia berhasil menurunkan Angka Kelahiran Total (TFR) dari 5,6 pada tahun 1970 menjadi 2,1 pada tahun 2020, serta menurunkan angka kematian ibu dari 305 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2015 menjadi 189 pada tahun 2020.
“Strategi kami yang mengusung prinsip ‘think globally, act locally’ yang menekankan penerapan praktik terbaik global yang disesuaikan dengan norma dan nilai lokal, telah berkontribusi pada pencapaian SDG 3 dan SDG 5, yang membawa Indonesia meraih Penghargaan Kependudukan oleh Perserikatan Bangsa Bangsa pada tahun 2022,” terang Wamen Isyana.
Dalam hal ini, Indonesia juga menekankan pentingnya memperkuat kapasitas masyarakat dengan dukungan sektor swasta dan masyarakat sipil sebagai kunci untuk memajukan sektor-sektor prioritas seperti kesehatan, pendidikan, dan gizi.
“Kerjasama internasional sangat penting, dan kita perlu bekerja menuju kemitraan global yang lebih kolaboratif dan terintegrasi melalui multilateralisme yang menguntungkan semua pihak. Kerjasama Selatan-Selatan dan Triangular juga harus lebih dimaksimalkan untuk mendukung negara berkembang dalam mencapai SDGs,” tambahnya.
Wamen Isyana juga aktif dalam menjajaki kerjasama luar negeri secara bilateral yang saling menguntungkan. Salah satunya pertemuan bilateral dengan Pemerintah Jepang yang berlangsung pada pukul 09.00. Dalam kesempatan ini Wamen Isyana menyampaikan program prioritas Presiden Prabowo dan Quick Win Bapak Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/ Kepala BKKBN, serta mengajak Jepang bekerjasama dalam menghadapi fase ageing population yang dihadapi oleh kedua negara.
Sementara itu, Ambassador Krassimira Beshkova Bulgaria untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa mengapresiasi pernyataan intervensi Wamen Isyana menekankan pada semua peserta sidang akan pentingnya koordinasi baik antara institusi bergerak pada bidang kependudukan dengan perencanaan nasional dan pentingnya investasi pada pembangunan manusia.
Ambassador negara Guinea untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Anatolio Ndongmba juga memuji Indonesia atas pencapaian SDGs 3 dan 5 yang telah disampaikan oleh Wamendukbangga/ Wakil Kepala BKKBN.

