Kapasitas TPA Jatibarang Hampir Penuh, Pemkot Semarang Ubah Sistem Pengelolaan Sampah
SEMARANG[BahteraJateng] – Kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang, Kota Semarang, hampir mencapai batas maksimum. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang, Arwita Mawarti, memperkirakan daya tampung TPA hanya akan bertahan hingga lima tahun ke depan jika tidak ada langkah konkret.
Sebagai solusi jangka panjang, Pemkot Semarang masih menunggu realisasi proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) berdasarkan Perpres Nomor 35 Tahun 2018, yang diperkirakan baru berjalan empat tahun lagi.
“Sementara itu, DLH fokus mengubah sistem open dumping menjadi sanitary landfill agar lebih ramah lingkungan,” ujarnya pada Selasa (8/4).
Selama libur Lebaran 2025 (31 Maret – 7 April), volume sampah yang masuk ke TPA Jatibarang tercatat 5.539.730 ton—mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu sebesar 5.841.730 ton.
Arwita menyebut hal ini sebagai indikasi meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah, serta dampak dari berkurangnya jumlah pemudik.
DLH juga telah mengeluarkan surat edaran untuk mengimbau masyarakat lebih bijak dalam memproduksi sampah selama Lebaran.
“Meski demikian, sempat terjadi keterlambatan pengangkutan sampah di beberapa titik karena padatnya jadwal dan keterbatasan petugas yang libur,” pungkasnya.(sun)

