Menteri Wihaji Cek MBG Ibu Hamil dan Menyusui di Majalengka
JAKARTA [BahteraJateng] – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji mengecek langsung pemberian makan bergisi gratis bagi ibu hamil, ibu menyusui dan anak balita di Kabupaten Majalengka.
“Kenapa kita perlu cek ke lapangan bersama ada Forkopimda, Pak Bupati, Pak Dandim, ada dari Polres, cuma satu, memastikan penerima manfaatnya betul-betul sesuai dengan yang ada dalam data. Yang kedua jaraknya seberapa,” jelas Menteri Wihaji, Selasa (22/4).

Menteri Wihaji menggunakan motor menuju rumah para penerima manfaat sekaligus memberikan MBG secara langsung untuk merasakan pendistribusian MBG yang dilakukan oleh para kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) di lapangan.
Ia juga memastikan, penerima benar-benar ibu hamil, ibu menyusui dan anak balita non-PAUD.
“Memastikan supaya yang tadi saya sampaikan jangan sampai yang makan suaminya,” tambahnya.
Selain itu, Menteri Wihaji dan jajaran akan memikirkan biaya transport diperlukan para TPK dalam mendistribusikan MBG untuk ibu hamil, ibu menyusui dan anak balita non-PAUD di masing-masing daerah.
Menurutnya, untuk efektif dan efisien pembagian MBG secara jemput bola lebih baik menggunakan motor ketimbang mobil.
Bupati Majalengka Drs. H. Eman Suherman,M.M mengatakan, angka prevalensi stunting di Kabupaten Majalengka masih tinggi yakni 21 persen namun tetap optimis.
Dia ikut mendampingi Mendukbangga/Kepala BKKBN saat mendistribusikan MBG tersebut.
“Saya sangat berharap program yang sangat menyentuh kepada masyarakat, khusunya ibu hamil, ibu menyusui dan balita non PAUD ini bisa menekan angka stunting. Apalagi Majalengka di tahun 2030 ingin zero stunting,” ujarnya.
Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/ BKKBN dan Badan Gizi Nasional (BGN) telah menandatangani kerjasama (MoU) dalam rangka memperkuat kegiatan pengelolaan program MBG sebagai salah satu Program Prioritas Presiden untuk pemenuhan gizi sebagai salah satu upaya percepatan penurunan stunting di Indonesia.
Kerjasama ini sebagai bentuk realisasi intervensi berbasis pentahelix.
Dalam kemitraan ini, Kemendukbangga/BKKBN berperan dalam penyediaan data khususnya data ibu hamil, ibu menyusui dan balita non-PAUD penerima manfaat program MBG.
Penggerakan di lini lapangan melalui Tim Pendamping Keluarga (TPK) Kemendukbangga/BKKBN dalam pendistribusian makanan bergizi dari dapur sehat SPPG kepada sasaran penerima.

