Petik dan Cicipi Buah Sepuasnya di Agrowisata Anggur Salatiga
SALATIGA [BahteraJateng]- Kota Salatiga tidak hanya menawarkan kesejukan tapi juga menyediakan jujugan baru agro wisata.
Pengunjung bisa langsung memetik buah anggur dan jeruk Anggur Salatiga di Jalan Imam Bonjol Kecamaran Kecandran Kota Salatiga.
Pengunjung ingin ke Anggur Salatiga bisa melewati Jalan Lingkar Salatiga dan menyusuri Jalan Imam Bonjol. Tak jauh dari belokan jalan lingkar akan menemui papan nama Anggur Salatiga.
Pengunjung sudah disuguhi panorama Gunung Telomoyo dan hamparan sawah. Deretan pohon jeruk di area depan, green house dan enceng gondok tumbuh subur di area seluas tiga hektar.
Adalah Muh Amin (60) warga Kecamatan Kecandran Kota Salatiga Pemilik Anggur Salatiga mengisi masa pensiun dengan bertani.
Bermula dari cabai hingga berhasil panen saat harga cabai merangkak naik. “Saat itu bisa Rp80-90 Ribu/ kg sempat dua kali panen lalu beralih ke jeruk,” kata Mbah Amin, sapaan akrabnya.
Lahan menanam cabai membutuhkan rehat setelah panen. Alhasil, Mbah Amin mulai menanam jeruk siam madu. Jeruk memiliki citarasa manis dan memiliki kadar air melimpah. Saat panen, Mbah Amin belum sempat menjual ke pasaran ada pengunjung ingin membeli jeruk di tempat tersebut.
Hingga Mbah Amin memiliki ide untuk menjadikan lahannya menjadi agrowisata petik sendiri. “Ada kepuasan tersendiri saat memetik buah tidak hanya orangtua tapi juga anak-anak,” ungkap dia.
Sekitar 130 pohon jeruk siam madu siap dipanen pengunjung. Di sini pengunjung bisa bebas memetik untuk disantap di tempat atau dibawa pulang. Harga per kilo jeruk siam madu dibandrol Rp20 Ribu/ kg.
Agrowisata ini mulai dibuka 2022 pasca Covid-19 lalu. Selama ini sudah empat kali jeruk siam madu panen.
Untuk perawatan jeruk siam madu pun mudah. Media tanam dinaikkan agar akar tidak terendam air saat disiram maupun saat hujan. Sedangkan, cabang tidak terkena sinar matahari siap digunting. Batang terkena sinar matahari dirawat untuk nutrisi. Kebutuhan nutrisi lain adalah pemberian pupuk berkala.
Lalu, Amin memutar otak kembali merawat anggur. Antusias pengunjung semakin berlimpah karena jenis anggur dirawat dari luar negeri. Pengalaman unik menyusuri buah anggur menggelantung di green house. Rasa anggur yang dikembangkan lebih manis dan tekstur renyah.
“Sekitar dua tahun lalu mulai menanam anggur dan sudah ad 100 indukan pohon,” kata dia.
Pengunjung bisa mencicipi langsung anggur dari pohon dan membawa pulang dengan harga Rp100 ribu/ kg. Pengunjung bisa membeli media tanam dan bibit jika ingin menanam anggur di pekarangan rumah.

