Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/ BKKBN menyasar 12,9 juta keluarga sebagai sampel dalam pelaksanaan Pemutakhiran Pendataan Keluarga 2025. Foto Kemendukbangga
| |

Kemendukbangga Sasar 12,9 Juta Keluarga di Pemutakhiran Data

JAKARTA [BahteraJateng]- Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/ BKKBN menyasar 12,9 juta keluarga sebagai sampel dalam pelaksanaan Pemutakhiran Pendataan Keluarga 2025.

Kick Off Pemutakhiran Pendataan Keluarga Tahun 2025 (PK-25) oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. Wihaji, S.Ag, M.Pd. Sedianya, kick off pada Senin (21/7) dengan 300 peserta di Auditorium Kemendukbangga/BKKBN, Jakarta.


“Tahapan pendataan mulai dari tahap persiapan, pengumpulan, pengolahan, analisis, hingga penyebarluasan dan pemanfaatan data,” ujar Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin), Kemendukbangga/BKKBN, Faharuddin, Jumat (18/7), di Jakarta.

Hasil Pemutakhiran PK-25 akan berupa data operasional memiliki spesifikasi “by name by address”, sehingga bisa berguna oleh para pihak dalam melakukan intervensi secara langsung kepada keluarga sasaran. Selain itu, data bermanfaat oleh internal kementerian dan perwakilan BKKBN seluruh provinsi hingga pihak eksternal.

“Tujuannya, agar menghasilkan data berkualitas, mudah diakses dan dapat bermanfaat secara luas untuk intervensi program pembangunan berbasis keluarga,” kata dia.

Selain itu juga, Pemutakhiran PK-25 dapat menghasilkan indikator kependudukan dan pembangunan keluarga sebagai bahan evaluasi kinerja indikator Rencana Pembangunan Jangka Menangah Nasional (RPJMN) dan Rencana Strategis (Renstra) tahun 2025 baik Kemendukbangga ataupun K/L.

Sebagai data operasional, data Pemutakhiran PK-25 juga banyak dapat bermanfaat oleh berbagai pihak. Seperti pemerintah desa, swasta/LSOM, perguruan tinggi, media dan organisasi profesi untuk perencanaan, penetapan kebijakan, intervensi hingga pemantauan dan evaluasi program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) serta program pembangunan lainnya.

“Salah satu urgensi Pemutakhiran PK-25 adalah memutakhirkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagaimana tercantum dalam Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem,” kata dia.

Sebagai informasi, PK 2021 secara serentak pada 493.982 dusun/RW se-Indonesia. Kegiatan ini memberdayakan lebih dari 1,34 juta kader KB untuk mendata 80 juta keluarga Indonesia. Peran kader KB tidak hanya sebagai pendata, tetapi juga memberikan dukungan/motivasi dan KIE program Bangga Kencana sesuai segmentasi sasaran.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *