Wihaji
Mendukbangga/Kepala BKKBN, Wihaji, dalam Rapat Tingkat Menteri (RTM) bersama Kemenko PMK, Jumat (22/8).(Foto Ist)
|

Menteri Wihaji Tegaskan Percepatan Penanganan Balita Lewat Gerakan Orang Tua Asuh

JAKARTA[BahteraJateng] – Pemerintah menegaskan komitmen mempercepat penanganan kesehatan balita melalui sinergi lintas sektor, menyusul kasus seorang anak di Sukabumi yang meninggal akibat cacingan.

Kasus tersebut menjadi sorotan utama dalam Rapat Tingkat Menteri (RTM) bersama Kemenko PMK pada Jumat (22/8).


Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Prof. Pratikno, menekankan tragedi itu tidak boleh terulang.

“Tidak boleh ada kejadian serupa lagi di anak-anak Indonesia di mana pun berada. Kita harus bergerak cepat dari tingkat nasional hingga daerah, dari semua sektor,” tegasnya.

Menurut Pratikno, isu kesehatan balita tidak hanya terkait sektor kesehatan, tetapi juga menyangkut pemukiman, sanitasi, gizi, edukasi, hingga perlindungan keluarga rentan. Ia menegaskan keluarga miskin harus mendapat jaminan bantuan memadai agar anak-anak dapat tumbuh sehat.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN, Wihaji, menegaskan pentingnya percepatan penanganan di lapangan. Ia menyebut program Gerakan Orang Tua Asuh (Genting) siap mendukung langkah cepat pemerintah.

“Kita punya Gerakan Orang Tua Asuh. Silakan nanti di titik mana, kita hadir untuk membantu. Ada stakeholder yang bisa dilibatkan, khususnya untuk membangun sanitasi dan kebutuhan mendesak,” ujar Wihaji.

Ia menambahkan, saat ini ada sekitar 15 ribu orang tua asuh yang siap diterjunkan dalam program super prioritas. “Bisa langsung turun ke lapangan, tanpa harus menunggu birokrasi yang panjang,” katanya.

Selain itu, Wihaji menegaskan komitmen kementeriannya untuk menyelesaikan persoalan sanitasi dan rumah layak huni. “Dua hal itu langsung jadi tanggung jawab kami,” tegasnya.

Melalui forum ini, pemerintah menegaskan langkah cepat, tepat, dan berdampak langsung bagi masyarakat, sesuai arahan Presiden agar isu kesehatan balita menjadi prioritas nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *