Penemuan Anak Terlantar di Kalirejo Ungaran Timur, Ternyata Warga Muding Bergas
SEMARANG[BahteraJateng] – Kurang dari tiga jam setelah ditemukan warga, kasus penemuan anak terlantar di wilayah Kelurahan Kalirejo, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang akhirnya menemukan titik terang. Anak tersebut diketahui bernama Ahmad Riski (7 tahun), warga Dusun Cemanggal, Desa Munding, Kecamatan Bergas.
Kabar gembira ini disampaikan Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy melalui Kapolsek Ungaran AKP Sugiyarta pada Senin (3/11).

Menurut AKP Sugiyarta, Riski pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Novan (42) saat dalam perjalanan pulang bersama istrinya menuju Perumahan Delta Leyangan menggunakan sepeda motor.
“Anak ini ditemukan sekitar pukul 09.30 WIB saat Pak Novan melintas di bawah Cafe Harmony. Ketika ditanya, anak tersebut sempat menunjuk arah Cafe Janji Jiwa, namun kemudian berhenti di simpang Kalirejo dan tampak kebingungan. Hal itu membuat Pak Novan meminta bantuan warga sekitar,” jelas Kapolsek.

Novan yang dikonfirmasi terpisah menceritakan, setelah meminta bantuan warga, ia bersama istrinya kemudian membonceng anak tersebut untuk mencari alamat yang dimaksud.
“Kami arahkan ke Karangjati sesuai petunjuk anak itu, bahkan sampai ke sekitar Nasmoco Lemah Abang. Tapi anaknya masih bingung, akhirnya kami putuskan kembali ke Ungaran,” ungkapnya.
Karena tak kunjung menemukan keluarga sang anak, Novan akhirnya menghubungi saudaranya yang merupakan personel Polres Semarang dan diarahkan untuk melapor ke Polsek Ungaran.
Setelah menerima laporan, Kapolsek bersama sejumlah personel langsung bergerak cepat melakukan pencarian data keluarga anak tersebut.
“Sekitar pukul 10.50 WIB kami mendapat informasi bahwa anak bernama Ahmad Riski beralamat di Dusun Cemanggal, Desa Munding, Kecamatan Bergas,” terang AKP Sugiyarta.
Menindaklanjuti informasi itu, Kanit Binmas Polsek Ungaran AKP Burhanto bersama tim langsung menuju Balai Desa Munding untuk memastikan dan mempertemukan anak tersebut dengan keluarganya.
“Setelah dipertemukan dengan orang tuanya, Pak Juwari (41), diketahui bahwa sebelumnya Riski diajak ke rumah kakeknya di Kalianyar, Kalirejo, pada Sabtu (1/11/2025). Saat hendak diajak pulang, Riski menolak karena masih ingin di rumah kakeknya,” ungkap AKP Burhanto.
Keterangan tersebut dibenarkan Juwari, ayah Riski, ia mengatakan waktu setelah salat Subuh sudah saya ajak pulang, tapi anaknya masih ingin di rumah kakeknya, jadi saya tinggal pulang dulu.
“Pagi tadi sekitar pukul 07.00, katanya pamit mau sekolah, tapi ternyata malah pergi sendiri,” ungkapnya.
Proses penemuan dan pemulangan anak ini turut disaksikan oleh Lurah Munding dan Ketua RT setempat.
Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy menyampaikan apresiasi kepada warga dan seluruh jajaran kepolisian yang bergerak cepat menyelesaikan peristiwa ini.
“Kepedulian masyarakat dan sinergi antara warga, perangkat desa, serta Polsek Ungaran menjadi bukti nyata bahwa kerja sama yang baik dapat membantu menyelesaikan masalah kemanusiaan di tengah masyarakat,” tegasnya.

