| |

Lelaki Asal Banyumas Ditemukan Meninggal di Kamar Kos

UNGARAN[BahteraJateng] – Penghuni rumah kos di Randugunting, Bergas digegerkan dengan penemuan jenasah di kamar kos, Kamis (28/3).

Penemuan jenazah kali ini langsung ditangani oleh Polsek Bergas, dan unit Inafis Sat Reskrim Polres Semarang yang datang langsung ke lokasi kejadian.

Kapolres Semarang AKBP Achmad Oka Mahendra mengatakan, berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan saksi, dugaan awal penyebab meninggalnya warga yang sudah diketahui identitasnya asal  Banyumas tersebut dikarenakan sakit.

“Kapolsek Bergas dan unit Inafis Polres Semarang sudah mendatangi lokasi kejadian, dan dugaan awal sesuai keterangan tetangga kos bahwa korban meninggal karena sakit. Dikarenakan korban sudah 2 hari tidak masuk kerja di salah satu pabrik garmen di Semarang,” ungkapnya.

Di lokasi kejadian Kapolsek Bergas AKP Wahyono S.Pd., menjelaskan awal korban ditemukan oleh tetangga kos sekitar pukul 17.40 Wib, atau menjelang waktu berbuka puasa.

Menurut Kapolsek, korban diketahui bernama Koko (28 Th) warga Kab. Banyumas, yang berprofesi sebagai karyawan salah satu pabrik Garmen di Kab. Semarang. Menurut keterangan tetangga kos korban Yulia (25 Th) warga Kab. Purbalingga, korban sudah 2 hari tidak masuk kerja.

“Ada saksi yang melihat korban terakhir pada Rabu malam 27 Maret 2024 sekitar pukul 23.00 Wib, sedang bermain game di pintu kamar. Dan pada Kamis dini hari sekitar pukul 03.30 Wib, saksi sempat mengetuk pintu kamar korban untuk membangunkan sahur namun  tidak ada reaksi,” tuturnya.

Saat tiba waktu berbuka, jelas Kapolsek, saksi melaporkan kecurigaan bahwa korban tidak keluar kamar kepada pemilik Kos Kusdi (41 Th).

“Bersama pemilik kos dan penghuni kos yang lain, melakukan pengecekan dengan memanjat jendela dan melihat kondisi korban dari lubang fentilasi udara, dan korban ditemukan dalam keadaan tertelungkup. Melihat hal tersebut, tetangga korban mencoba mendobrak pintu kamar dan menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia. Selanjutnya pemilik kos melaporkan ke Polsek Bergas,” katanya.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh unit Inafis dan pihak medis dari Puskesmas Bergas disaksikan Bhabinkamtibmas, Babinsa dan pemilik kos, mendapat kesimpulan awal korban meninggal kurang lebih 10 jam yang lalu, dan tidak ada tanda tanda keerasan benda tumpul, benda tajam atau cekikan pada tubuh korban.

Dan pihak Inafis Polres Semarang yang dipimpin oleh Aiptu Edi Ponco menambahkan, pada tubuh korban tidak ditemukan tanda tanda bekas tindak kekerasan.

“Untuk barang berharga korban tidak ada yang hilang, serta kamar korban juga tidak dalam keadaan berantakan,” ujarnya. (sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *