Mbah Kamsirah
Mbah Kamsirah (90) duduk di depan rumahnya di desa Mejobo yang atapnya rusak diterjang angin kencang.(BahteraJateng)

Angin Kencang Terjang Mejobo Sebabkan Sejumlah Rumah Rusak, Belum Ada Bantuan yang Datang

KUDUS[BahteraJateng] – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus pada Senin (17/11) sore, menyebabkan sejumlah rumah warga rusak. Salah satu yang terdampak adalah rumah milik Kamsirah, warga dukuh Karangmalang, Desa Mejobo.

“Duarr..duarr…duarr…suarane banter, kulo langsung mlayu (suaranya keras, saya langsung lari keluar rumah),” Kamsirah, warga dukuh Karangmalang, Desa Mejobo, Kabupaten Kudus menceritakan detik detik saat hujan disertai angin kencang merusak atap rumahnya, Senin (17/11) sore.

Sejumlah genteng tanah liat rumahnya berhamburan jatuh. Sebagian menimpa atap seng teras rumahnya hingga berlubang.

“Untung bukan yang di dalam rumah, cuma bagian depan saja,” ucapnya sambil bersyukur ia tak sampai tertimpa genting yang jatuh.

Perempuan yang mengaku berusia 90 tahun yang tinggal seorang diri ini kini bingung untuk memperbaiki atap rumahnya yang rusak.

“Saya tak punya uang karena sudah tak lagi bekerja. Kalau ada uang, sudah saya borongkan ke tukang untuk memperbaiki,” kata Kamsirah dengan nada pasrah.

“Itu sudah saya siapkan genteng untuk mengganti yang jatuh. Tapi belum ada tenaganya (yang mengerjakan),” ucapnya sambil menunjuk deretan genteng berjejer di depan rumahnya.

Rumah Rusak Akibat Angin Kencang Terjang Mejobo
Rumah rusak diterjang angin kencang di Mejobo, warga tunggu bantuan.(BahteraJateng)

Saat ditemui BahteraJateng di rumahnya pada Rabu (19/11) pagi, Kamsirah mengaku belum ada yang datang untuk memberikan bantuan. Ia yang tak memiliki anak dan telah ditinggal mati suaminya ini menunggu uluran tangan untuk perbaikan rumahnya.

“Kalau yang mampu dan rumahnya juga rusak (kena angin kencang), pasti sudah bisa memperbaiki sendiri. Kalau seperti saya, siapa yang membantu?” ucapnya setengah bertanya.

Hujan disertai angin kencang juga merusak sejumlah rumah dan bangunan di lokasi yang sama. Yang terparah, atap bangunan kelas SD Islam Nurul Yasin yang berjarak sekira 500 meter dari rumah Kamsirah, hingga tersingkap dan ambrol.

Tak hanya ruang kelas, plafon atap musala juga jebol. Dua orang anak dilaporkan sempat tertimpa reruntuhan plafon dan mengalami luka ringan.

Namun kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut terpantau sudah kembali berjalan sambil menunggu perbaikan bangunan yang rusak entah dari Pemdes Mejobo maupun Pemkab Kudus.(day)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *