Memetri Basundari
Pemdes Ngulahan bersama para Kader Konservasi Alam Jawa Tengah kembali menggelar kegiatan tahunan Memetri Basundari di sumber mata air Sendang Dukoh, Kecamatan Sedan, Sabtu (29/11).(Dok. Achmad Rif'an)
|

Pemdes Ngulahan dan Kader Konservasi Gelar Memetri Basundari untuk Lestarikan Sendang Dukoh

REMBANG[BahteraJateng] – Pemerintah Desa Ngulahan bersama para Kader Konservasi Alam Jawa Tengah kembali menggelar kegiatan tahunan Memetri Basundari di sumber mata air Sendang Dukoh, Kecamatan Sedan pada Sabtu (29/11).

Aksi konservasi ini diikuti sekitar 25 pemuda Desa Ngulahan, ASN Penyuluh Kehutanan, Kader Konservasi, perangkat desa, Ketua Karang Taruna Kabupaten Rembang Dumadiyono, serta FPKSM Rembang.


Ketua Forum Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat (FPKSM) Jawa Tengah sekaligus Ketua Rembang Bergerak, Achmad Rif’an, menjelaskan bahwa kegiatan ini telah berlangsung rutin sejak 2019.

“Memetri bermakna merawat, sementara Basundari berarti bumi. Merawat bumi adalah tugas bersama,” ujar Rif’an.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini dilaksanakan setiap November–Desember di kawasan Sendang Dukoh yang berstatus government ground sebagai zona resapan air.

Air dari Sendang Dukoh telah melalui uji laboratorium dan dinyatakan layak minum dengan pH 7. Selain kebutuhan konsumsi warga, sumber air tersebut juga mengairi lahan pertanian di sekitarnya.

Sementara itu, Hasan Efendi, Kader Konservasi Alam dan anggota FK3I Jawa Tengah yang merupakan pemuda Desa Ngulahan, menyebut bahwa konservasi sudah menjadi tradisi desa.

“Desa Ngulahan menjadi Kampung Konservasi Satwa dan Desa Konservasi Ramah Burung. Kegiatan ini harus sustainable: nandur, ngrawat, ngrumat, ngruwat,” ujar Hasan atau yang akrab disapa Paman En.

Lingkungan Desa Ngulahan juga menjadi daya tarik bagi peneliti dan fotografer, baik dari dalam maupun luar negeri, karena keberadaan burung-burung langka.

Keasrian lingkungan ditunjukkan oleh keberadaan capung sebagai bioindikator kualitas air, serta tonggeret, gareng pong, dan kunang-kunang sebagai indikator kualitas tanah dan udara.

Pada Memetri Basundari #7 Tahun 2025, peserta melakukan penanaman pohon serta pembersihan area Sendang Dukoh yang teduh dan asri berkat banyaknya vegetasi ramah air seperti pohon Rao/Daho, Klampok, Joho, Kenari, dan Sukun.(day)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *