Karang Taruna Desa Ngulahan Lepas Liarkan Burung
REMBANG[BahteraJateng] – Mencintai burung tak seharusnya dengan dikurung, tetapi melihatnya bebas terbang di alam merupakan wujud kecintaan sejati seseorang pada burung itu sendiri.Bisa dikatakan, “Pelepasan Burung, Pelepasan Ego”.
Dan ini menjadi tema pelepasan kembali burung Mandar Biru dan Kucica Kampung atau Kacer Lokal oleh Karang Taruna dan Kelompok Pecinta Alam Desa Ngulahan, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang pada Sabtu (3/1).
Hasan ‘En Arthur’ Efendi, yang akrab dipanggil Mas En tokoh pemuda Desa Ngulahan sekaligus kader konservasi menyampaikan tujuan dari pelepasan kembali burung.
“Ada 2 jenis burung yaitu Mandar Biru dan Kucica Kampung atau Kacer Lokal yang dilepas. Memang di Rembang termasuk masih langka. Dengan release ini diharapkan dapat berkembang biak,” kata Mas En.
Ditempat yang sama, Achmad Rif’an, Kader Konservasi Alam mengungkapkan kegiatan konservasi yang ada didesa Ngulahan.
“Kegiatan berkelanjutan ini sudah jadi habit. Bahkan proses bertahun-tahun untuk penyadaran pola pikir ke pola perilaku. Konservasi dadi tradisi, upaya konservasi ini menjadi sebuah kultur,” ungkap Rif’an.
Lebih lanjut Rif’an menyampaikan bahwa selain Desa Ngulahan yang menjadi Desa Konservasi Ramah Burung, Desa Rakitan Kecamatan Sluke juga sedang merintis menjadi Desa Konservasi ramah burung.
“Ruang hidup masyarakat desa yang berdampingan dengan satwa dan flora, terasa lebih harmonis,” pungkas Rif’an.(day)

