Polres Demak Rakor Linsek Pengamanan Liga 4 Jateng
Polres Demak menggelar Rakor Linsek pengamanan kompetisi Liga 4 Jawa Tengah di Aula Wicaksana Laghawa Mapolres Demak, Selasa (27/1).(Dok. BahteraJateng/PH)

Polres Demak Gelar Rakor Linsek Pengamanan Liga 4 Jateng

DEMAK[BahteraJateng] – Kepolisian Resor (Polres) Demak menggelar Rapat Koordinasi Lintas Sektoral (Rakor Linsek) pengamanan kompetisi Liga 4 Jawa Tengah di Aula Wicaksana Laghawa Mapolres Demak pada Selasa (27/1).

Rakor dipimpin langsung Kapolres Demak AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra dan dihadiri Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Demak beserta jajaran, pejabat utama Polres Demak, Pasiops Kodim 0716/Demak, Sekretaris Satpol PP Kabupaten Demak, perwakilan Charlie Hospital, steward pengelola Stadion Sultan Fatah, serta Ketua BODEM Demak.


Kapolres Demak menyampaikan bahwa pertandingan sepak bola memiliki potensi kerawanan keamanan seiring tingginya antusiasme penonton. Oleh karena itu, pengamanan harus dilaksanakan secara profesional dan berpedoman pada standar operasional prosedur (SOP) sesuai Peraturan Polri Nomor 10 Tahun 2002.

“Keselamatan penonton dan pemain menjadi prioritas utama. Pengamanan tidak boleh dilakukan di luar prosedur yang telah ditetapkan,” tegasnya.

Ia menekankan pentingnya pengaturan zona pengamanan dengan memastikan sterilisasi ring 1, ring 2, dan ring 3 stadion. Pemeriksaan terhadap barang bawaan penonton juga harus dilakukan secara ketat guna mencegah masuknya barang terlarang.

Selain itu, pengaturan arus lalu lintas menjadi perhatian khusus agar tidak menimbulkan kemacetan maupun mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar lokasi pertandingan.

Menurut Kapolres, Rakor Linsek ini bertujuan untuk menyatukan persepsi dan memperkuat koordinasi antarinstansi guna memitigasi potensi gangguan, mulai dari konflik antarsuporter, pelanggaran kapasitas stadion, hingga gangguan ketertiban umum.

Dalam pengamanan Liga 4 Jawa Tengah, Polres Demak akan mengedepankan langkah preemtif, preventif, dan represif secara terukur. Panitia pelaksana juga diminta memastikan kesiapan stadion, termasuk pintu darurat, tim medis, serta sarana pendukung lainnya.

“Pengamanan pertandingan tidak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan koordinasi yang solid dan komunikasi yang terintegrasi antarpihak,” pungkasnya.(day)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *