Daniel Rizky Panabok, mahasiswa UNDIP. [Foto: Ist]
Daniel Rizky Panabok, mahasiswa UNDIP. [Foto: Ist]
|

Manfaatkan Limbah Kayu Menjadi Pelet sebagai Energi Alternatif di Desa Mranggen

Oleh : Daniel Rizky Panabok

PEMANFAATAN limbah kayu menjadi pelet kayu (wood pellet) menjadi salah satu program kerja  KKNT Tim 37 Universitas Diponegoro di Desa Mranggen, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak.


Kegiatan ini dilaksanakan pada 23 Januari 2026 sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap permasalahan lingkungan, khususnya pengelolaan limbah kayu yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Limbah kayu berupa serbuk gergaji dan sisa potongan kayu yang berasal dari aktivitas pertukangan dan industri kecil di Desa Mranggen sering kali hanya dibuang atau dibiarkan menumpuk.

Kondisi tersebut tidak hanya menurunkan kualitas lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan pencemaran. Melalui program ini, KKNT Tim 37 UNDIP berupaya menghadirkan solusi inovatif dengan mengolah limbah kayu menjadi pelet kayu yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar biomassa ramah lingkungan.

Pengolahan limbah kayu menjadi pelet diharapkan mampu memberikan manfaat ganda, yaitu mengurangi jumlah limbah yang terbuang serta meningkatkan nilai guna dan nilai ekonomi limbah kayu. Selain itu, pemanfaatan pelet kayu sebagai sumber energi alternatif juga sejalan dengan upaya mendukung penggunaan energi terbarukan yang lebih berkelanjutan di tingkat masyarakat.

Kegiatan pengolahan pelet limbah kayu ini melibatkan partisipasi aktif pelaku UMKM Pengrajin Kayu Desa Mranggen dan didampingi langsung oleh KKNT Tim 37 Universitas Diponegoro. Antusiasme terlihat sejak awal kegiatan, yang ditandai dengan pihak UMKM Pengrajin Kayu berperan aktif mengikuti kegiatan dan menerapkan materi yang diberikan, serta tertarik untuk mengetahui pemanfaatan limbah kayu secara lebih produktif.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai permasalahan limbah kayu serta dampaknya terhadap lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Tim KKNT Tim 37 UNDIP juga memberikan penjelasan terkait konsep energi biomassa dan potensi pelet kayu sebagai salah satu sumber energi alternatif yang ramah lingkungan, mudah dibuat, serta dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.

Selanjutnya, peserta diberikan penjelasan teknis mengenai tahapan pembuatan pelet kayu, mulai dari proses pengeringan serbuk kayu untuk mengurangi kadar air, pencampuran dengan perekat alami, hingga proses pencetakan pelet menggunakan alat sederhana.

Setelah dicetak, pelet kayu kemudian dikeringkan kembali agar memiliki kualitas yang baik dan siap digunakan sebagai bahan bakar. Selain pemaparan materi, kegiatan juga diisi dengan praktik langsung pembuatan pelet limbah kayu. Pihak UMKM dilibatkan secara aktif dalam setiap tahapan proses, sehingga tidak hanya memahami secara teori, tetapi juga memiliki keterampilan dasar untuk membuat pelet kayu secara mandiri. Suasana kegiatan berlangsung interaktif dengan adanya sesi diskusi dan tanya jawab antara pihak UMKM dan tim KKNT.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Mranggen semakin memahami pentingnya pengelolaan limbah kayu secara bijak dan berkelanjutan. Program pemanfaatan limbah kayu menjadi pelet ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang, baik dalam menjaga kelestarian lingkungan, mendukung pemanfaatan energi alternatif, maupun membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Kolaborasi antara KKNT Tim 37 Universitas Diponegoro dan pihak UMKM Desa Mranggen diharapkan dapat menjadi contoh nyata penerapan inovasi sederhana yang berdampak positif bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

*Daniel Rizky Panabok adalah Mahasiswa UNDIP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *