Rakornas FKUB
Rakornas FKUB bertema Sinergi Pemerintah dan Forum Kerukunan Umat Beragama Guna Memperkuat Persatuan Bangsa dan Harmoni Sosial, yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri di Avenzel Hotel Cibubur, Kota Bekasi, Rabu (4/2).(Dok. FKUB Jateng)

Kepala Daerah Diinstruksikan Libatkan Tokoh Agama dalam Program Ketahanan Pangan

BEKASI[BahteraJateng] – Pemerintah pusat akan menginstruksikan para kepala daerah untuk melibatkan tokoh agama dalam pelaksanaan program ketahanan pangan nasional.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengantisipasi potensi kelangkaan dan krisis pangan yang menjadi salah satu ancaman strategis ke depan.

Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Akmal Malik, mengatakan pelibatan tokoh agama dilakukan melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dengan memanfaatkan lahan rumah ibadah, sekecil apa pun luasannya.

“Pemerintah pusat akan menginstruksikan para gubernur, bupati, dan wali kota agar memaksimalkan peran tokoh agama dalam memperkuat ketahanan pangan, salah satunya dengan memanfaatkan lahan di lingkungan rumah ibadah,” ujar Akmal Malik.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) bertema Sinergi Pemerintah dan Forum Kerukunan Umat Beragama Guna Memperkuat Persatuan Bangsa dan Harmoni Sosial, yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri di Avenzel Hotel Cibubur, Kota Bekasi pada Rabu (4/2).

Akmal menjelaskan, selain memanfaatkan lahan rumah ibadah, tokoh agama juga diharapkan mampu menggerakkan jamaah atau umat yang dibinanya untuk terlibat aktif dalam program ketahanan pangan. Menurutnya, keterlibatan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci keberhasilan program prioritas pemerintah tersebut.

Ia menegaskan bahwa potensi krisis pangan harus diantisipasi sejak dini dan tidak dapat ditangani oleh pemerintah semata. Oleh karena itu, pelibatan FKUB dalam program ketahanan pangan tidak perlu dipandang sebagai sesuatu yang tidak lazim.

“Gerakan penguatan ketahanan pangan ini juga dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa. Dengan bersatu mencegah krisis pangan, akan tercipta kerukunan sosial, termasuk kerukunan antarumat beragama,” katanya.

Agar program berjalan optimal, Akmal menyebut para kepala daerah akan didorong untuk menyamakan persepsi terkait peran strategis FKUB.

“Melalui berbagai aktivitas, termasuk penguatan ketahanan pangan berbasis rumah ibadah, FKUB diharapkan mampu berkontribusi nyata dalam menjaga harmoni sosial dan persatuan bangsa,” ujarnya.(day)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *