Aneka Menu War Takjil di Kudus, Cek Lokasinya
KUDUS[BahteraJateng] – Keramaian terlihat di jalan Pangeran Puger, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, hampir setiap sore selama lebih dari sepekan Ramadan ini. Deretan tenda PKL berjajar di pinggir jalan sekitar balai desa Demaan. Warga ramai menyerbu stan untuk membeli aneka menu untuk berbuka puasa atau takjil.
Zarifa Zahra, remaja asal Jati Kudus salah satunya. Datang setelah dapat info dari teman. “Katanya ada banyak makanan hits kekinian di sini. Ternyata beneran ramai,” ucapnya penuh antusias saat ditemui di lokasi pada Sabtu (28/2).
Ia menunjukkan sejumlah stan yang banyak dikunjungi. Seperti stan penjual mochi, dimsum, hingga takoyaki. “Pengen beli wonton dan dimsum goreng. Nanti buat takjil di rumah,” katanya saat ditanya menu apa yang akan dibelinya.
Menurutnya, harga menu menu yang dijual juga masih cukup ramah di kantong. Tadi beli seporsi wonton chilli oil sama dimsum goreng satu porsi habisnya 35 ribu rupiah, ungkapnya.
Namun, tak hanya menu menu kekinian generasi Z yang dijual pedagang. Ada juga menu tradisional yang lebih akrab bagi generasi yang lebih tua. Seperti pepes, botok, hingga aneka menu sayuran.
Salah satu penjualnya, Nadia Erna yang setiap hari mulai berjualan mulai sekira pukul 15.00 wib ini mengaku sengaja menyajikan menu tradisional, karena masih banyak warga yang mencarinya.
“Banyak yang beli pepes kakap, garang asem. Tadi juga banyak yang cari botok petet. Ini juga ada botok tahu. Kerupuk rambak, keripik paru juga ada,” bebernya.
Meski stannya bernama Juwara Street Food, ia mengombinasikan menu kekinian seperti macaroni cheese dan telur congkel, dengan menu yang lebih jadul.
Ketua Bumdes Semanah Berkah Desa Demaan, Akhmad Ikhwan mengungkapkan kegiatan bertajuk Kampung Ramadan Desa Demaan yang digelar sejak 21 Februari 2026 sampai 18 Maret 2026 ini, diikuti tak kurang dari 30 PKL.
“Pedagang yang ikut serta difasilitasi oleh Bumdes. Pedagang menyewa stan dengan biaya sewa yang berbeda-beda tergantung ukuran tenda,” jelasnya.
Menurut perkiraannya, tak kurang dari 250 pengunjung yang datang setiap harinya. Pengunjung juga bisa membeli langsung dari atas sepeda motor, asal tidak menyebabkan kemacetan.
“Karena kami juga telah menyiapkan kantong parkir dengan tarif 2 ribu rupiah untuk sepeda motor,” imbuhnya.(day)

