Rektor Unwahas Paparkan Riset Peran Pemda dalam Program MBG
SEMARANG[BahteraJateng] – Rektor Universitas Wahid Hasyim, Prof. Helmy Purwanto, memaparkan hasil riset terkait “Peran Pemerintah Daerah dalam Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)” dalam Dialog Nasional Praktik Baik Makan Bergizi Gratis yang digelar di Hotel Gumaya, Semarang pada Rabu (29/4).
Kegiatan ini terselenggara melalui kolaborasi antara Pemerintah Kota Semarang, Milan Urban Food Policy Pact, Badan Gizi Nasional, serta Kementerian Luar Negeri.

Dialog tersebut juga merupakan bagian dari proyek internasional “Boosting School Meals in ASEAN Cities: from knowledge to action” yang dipimpin MUFPP bersama ASEAN, dengan dukungan pendanaan dari pemerintah Italia.
Dalam paparannya, Rektor Unwahas Prof. Helmy, menegaskan bahwa pemerintah daerah memegang peran strategis sebagai ujung tombak implementasi program MBG di tingkat lokal.
Ia menyoroti pentingnya koordinasi lintas sektor, pemantauan status gizi, penjaminan keamanan pangan, hingga pengelolaan limbah sebagai faktor kunci keberhasilan program.
“Keberlanjutan program MBG sangat ditentukan oleh sinergi antar pemangku kepentingan di daerah,” ujarnya.
Hasil riset tersebut juga menunjukkan bahwa program MBG memberikan dampak sosial-ekonomi yang signifikan. Selain meningkatkan status gizi masyarakat, program ini turut mendorong permintaan produk pangan lokal, membuka peluang bagi pelaku UMKM, serta berkontribusi terhadap pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs).
Dialog nasional ini diikuti perwakilan dari berbagai kota dan kabupaten penandatangan MUFPP. Mereka berbagi praktik baik, tantangan, serta inovasi dalam pelaksanaan program makan bergizi di daerah masing-masing.
Melalui forum ini, diharapkan terbangun komitmen bersama untuk memperkuat implementasi program MBG, khususnya dalam meningkatkan kualitas gizi anak sekolah dan kelompok rentan, sekaligus memperkuat peran Indonesia dalam kerja sama internasional di bidang pangan dan gizi.

