Geliat Petani Tembakau Blora Jelang Musim Kemarau
BLORA[BahteraJateng] – Menjelang musim kemarau, beberapa petani tembakau yang tergabung dalam paguyuban petani tembakau Tani Jaya Desa Jiken, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora mulai bersiap laksanakan penanaman di lahannya masing-masing.
Sarji salahsatunya, pengusaha meubel ini sangat getol dalam bercocok tanam dilahan miliknya serta melibatkan beberapa pekerjanya untuk menanam tanaman pertanian.

Sarji sempat berkali-kali gagal dalam menanam tanaman cabai, dan kegagalannya ini tidak membuatnya kapok untuk bertani.
Kali ini dia bersama petani tembakau yang lain mencoba bercocok tanam untuk kedua kalinya guna memenuhi kebutuhan industri.
“Baru dua kali (tanam tembakau, red.), yang tahun lalu gagal tapi masih menghasilkan Rp. 30 juta dengan luasan lahan kurang dari setengah hektar. Walau tergolong gagal, tapi masih memiliki margin keuntungan lebih tinggi dari budidaya tanaman lainnya yang pernah saya jalani, selain itu, agar tanah tidak bero (tanah nganggur tidak ditanami, red.) saat musim kemarau,” ujarnya pada BahteraJateng pada Selasa (12/5).
Senada dengan Sarji, petani tembakau asal Dusun Balongan, Desa Jiken, Suparmin mengungkapkan bahwa bercocok tanam tembakau memiliki nilai cukup menjanjikan.
“Memang hasilnya besar, tapi biaya pemeliharaan saat ini cukup besar. Karena pupuk ZA dan ZK ditoko cukup tinggi bagi kami petani,” ujar Suparmin.
Lebih lanjut Parmin mengungkapkan biaya yang harus dikeluarkan selain pembelian pupuk untuk pemeliharaan tanaman.
“Biaya yang paling terasa adalah pasca panen, karena melibatkan tambahan tenaga kerja. Perlu perlakuan khusus yang memakan waktu sebelum kirim gudang. Semoga tahun ini cuaca cukup mendukung untuk tanaman tembakau,” lanjutnya.
Baik Sarji maupun Suparmin berharap pihak perusahaan mitra mau mensubsidi pupuk bagi petani tembakau, sehingga hasil panen sesuai yang diharapkan.(day)

