Deklarasi Damai SMA/SMK Kabupaten Kudus
Perwakilan pelajar SMA dan SMK se-Kabupaten Kudus menandatangani Deklarasi Damai, Senin (11/5).(Dok. Diskominfo Kudus)
|

Kekerasan Pelajar Marak, Ratusan Siswa SMA/SMK se-Kudus Deklarasi Damai

KUDUS[BahteraJateng] – Ratusan pelajar perwakilan SMA dan SMK se-Kabupaten Kudus berkumpul di SMA 2 Kudus pada Senin (11/5/2026), dalam kegiatan Deklarasi Damai yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Kudus bersama Forkopimda sebagai respons atas meningkatnya kasus kekerasan pelajar, termasuk tawuran.

Dalam kegiatan tersebut, perwakilan sekolah menandatangani spanduk berisi lima poin komitmen bersama, di antaranya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, damai, dan kondusif, menolak segala bentuk tawuran maupun kekerasan, serta siap diproses hukum jika melanggar.


Ketua OSIS SMA Masehi Kudus, Fani, mengatakan deklarasi damai ini menjadi langkah nyata pelajar untuk menjaga hubungan harmonis antar sekolah.

“Deklarasi Damai SMA/SMK Kabupaten Kudus ini menjadi komitmen kami bersama. Kami berharap seluruh perwakilan sekolah bisa menyebarkan semangat damai agar tidak ada tawuran lagi,” ujarnya.

Bupati Kudus Samani Intakoris menyampaikan keprihatinannya terhadap maraknya kekerasan yang melibatkan pelajar. Ia menegaskan pentingnya sinergi antara orang tua, guru, pemerintah, dan masyarakat dalam membina generasi muda.

“Peran orang tua dan guru harus berjalan bersama dalam membimbing anak-anak. Kami juga meminta pelajar aktif dalam kegiatan positif, menghindari perundungan, dan bijak menggunakan media sosial,” tegasnya.

Wakapolres Kudus Kompol Rendi Johan Prasetyo menambahkan, deklarasi damai ini merupakan langkah preventif untuk mencegah terulangnya kekerasan pelajar.

Menurutnya, Polres Kudus akan meningkatkan patroli dan pengawasan di lingkungan pendidikan, serta mengajak seluruh elemen masyarakat termasuk media untuk berkolaborasi menjaga keamanan dan kenyamanan pelajar.(day)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *