Sapi Limousin Seberat 1,1 Ton Asal Blora Jadi Salahsatu Pilihan Hewan Qurban Presiden Prabowo
BLORA[BahteraJateng] – Sapi jenis Limousin dengan bobot 1,1 ton milik Surati asal Dusun Kaligandu, Desa Prantaan, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora menjadi salahsatu hewan qurban pilihan Presiden Prabowo untuk bantuan kepada masyarakat tahun 2026.
Hal tersebut disampaikan Surati saat ditemui dirumahnya, bahwa sapi miliknya sudah terjual dan dibeli oleh Presiden Prabowo.

“Nyuwun ngapunten mas (mohon maaf mas, red.), saya diminta mriko (Dinas terkait, red.) dan suami untuk tidak mengijinkan siapapun mendekat, dan diminta bilang kalau sudah laku. Kemarin (Hari Rabu, Red.), suami dan Dinas pergi ke Semarang. Dan sepulang dari Semarang menyampaikan tersebut,” ujar Surati dengan polosnya pada bahterajateng pada Kamis (14/5).
Wanita kelahiran 1974 ini hanya mengijinkan untuk melihat dari kejahuhan diluar kandang dan menceritakan asal-usul sapi tersebut.
“Sapi tersebut (milik Presiden Prabowo, red.) anak dari indukan ini (sambil menunjukkan sapi betina jenis Pegon). Kalau usia sapinya sendiri sekitar 5 tahun lebih tiga bulan,” ujar Surati.
Surati juga menyampaikan cara pemeliharaan sapi yang dilakukannya selama ini.
“Makannya biasa, tidak ada yang istimewa, tapi nafsu makannya lebih banyak dari sapi biasa,” ujarnya lebih lanjut.
Ditempat terpisah, Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora, Rasmiyana, saat dikonfirmasi membenarkan mengenai imbauan untuk tidak mendekat ke sapi milik Presiden Prabowo.
“Ini sapi yang sudah terpilih sebagai hewan qurban untuk Bantuan kepada Masyarakat dari Presiden tahun 2026, harus terjaga kesehatannya dan tidak diperkenankan selain peternak yang merawatnya untuk mendekat, karena dikhawatirkan dapat mengganggu kesehatan sapi tersebut,” kata Rasmiyana.
Lebih lanjut Rasmiyana menyampaikan maksud dan harapannya kepada peternak terkait kesehatan hewan qurban Presiden Prabowo.
“Disamping itu untuk menghindari risiko masuknya penyakit akibat lalulintas orang yang tidak berkepentingan. Semoga peternak bisa menjaga kesehatan sapi tersebut dengan baik, tetap memberikan pakan yang terbaik, air minum yang cukup dan menjaga kebersihan kandangnya. Sehingga sampai pada pelaksanaan hari qurban nanti, hewan tetap sehat dan setelah dipotong dagingnya aman untuk dikonsumsi masyarakat,” pungkas Rasmiyana.(day)

