Pemkot Semarang Siapkan Huntara dan Bantuan Rp600 Ribu bagi Korban Banjir Mangkang Kulon
SEMARANG[BahteraJateng] – Pemerintah menyiapkan hunian sementara (huntara) dan bantuan dana sewa rumah bagi warga terdampak banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Plumbon di Kelurahan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, Kota Semarang.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari penanganan lanjutan pascabanjir yang merendam sejumlah wilayah di Kecamatan Tugu, Ngaliyan, dan Semarang Barat beberapa waktu lalu.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, mengatakan pemerintah telah menyiapkan pembangunan huntara bagi warga yang rumahnya sudah tidak aman untuk ditempati.
Selain itu, warga yang memilih tinggal sementara di rumah kerabat atau saudara juga akan mendapatkan bantuan dana hunian sebesar Rp600 ribu per bulan untuk setiap kepala keluarga hingga hunian tetap selesai dibangun.
“Nanti warga yang tidak memilih huntara akan mendapat bantuan Rp600 ribu per bulan sampai hunian tetap selesai,” ujar Suharyanto saat meninjau lokasi banjir di Semarang pada Selasa (19/5).
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menyebut total terdapat 333 kepala keluarga atau sekitar 1.252 jiwa terdampak banjir di wilayah tersebut.
Pemerintah Kota Semarang kini mulai mendata kebutuhan hunian sementara maupun kemungkinan relokasi permanen bagi warga yang tinggal di kawasan rawan banjir di bantaran Sungai Plumbon.
“Kami akan rapat koordinasi untuk memastikan berapa rumah yang benar-benar harus direlokasi dan bagaimana penanganannya,” kata Agustina.
Selain menyiapkan hunian, pemerintah juga memastikan kebutuhan dasar warga terdampak tetap terpenuhi, mulai dari makanan, air bersih, pakaian, hingga layanan kebersihan lingkungan pascabanjir.
Penanganan dilakukan secara kolaboratif antara BNPB, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kota Semarang, dan BBWS Pemali-Juana.(sun)

