Kades Hoho Duga Ada Aktor Intelektual di Balik Teror Bom Molotov
BANJARNEGARA[BahteraJateng] – Kepala Desa Purwasaba, Welas Yuni Nugroho atau yang akrab disapa Kades Hoho, mengapresiasi aparat kepolisian yang berhasil mengungkap pelaku teror bom molotov terhadap mobil milik istrinya. Ia menduga ada aktor intelektual yang berada di balik aksi terencana tersebut.
Keberhasilan polisi menangkap pelaku pelemparan bom molotov atau polisi menyebutnya pembakaran mobil Civic Turbo milik istrinya disambut baik oleh Kades Hoho.
Meski terdapat perbedaan istilah terkait penggunaan bom molotov, ia tetap menyampaikan terima kasih kepada aparat kepolisian.
“Alhamdulillah kami sudah dibantu dan pelaku pembakaran mobil menggunakan bom molotov sudah tertangkap,” kata Kades Hoho, baru-baru ini.
Menurut Hoho, penangkapan pelaku memperjelas rangkaian teror yang sebelumnya telah menyasar dirinya. Ia mengaku sejak awal mencurigai pelaku yang terekam kamera CCTV menggunakan sepeda listrik.
Kecurigaan tersebut, lanjutnya, mengarah pada anggota LSM Harimau yang disebutnya juga terlibat dalam kasus pengeroyokan terhadap dirinya beberapa waktu lalu.
Hoho menegaskan aksi yang terjadi pada Kamis dini hari itu bukan tindakan spontan, melainkan serangan yang telah direncanakan dan membahayakan keselamatan keluarganya.
“Enggak mungkin kalau cemburu sosial atau iri hati sampai melakukan pembakaran, pasti di belakang ini ada motif-motif lain atau dalang yang menyuruh dia melakukan itu,” ujarnya.
Ia juga menyebut pelaku merupakan orang pertama yang memukul dirinya dalam kasus pengeroyokan sebelumnya dan telah dilaporkan ke Unit Resmob.
Kades Hoho mendesak kepolisian mengusut tuntas pihak yang diduga menjadi dalang di balik aksi teror tersebut.
“Harapan saya polisi segera mengungkap siapa dalang di belakang semua ini. Hukum harus ditegakkan tanpa ampun,” katanya.
Aksi teror itu menghanguskan mobil mewah milik istri Kades Hoho. Polisi juga disebut telah menemukan keterlibatan orang dekat korban yang pernah bekerja di lingkungan keluarga tersebut. Saat ini kasus masih terus dikembangkan untuk mengungkap seluruh jaringan yang terlibat.(day)

