Menteri Lingkungan Hidup Apresiasi Pengelolaan Sampah Warga Bulusan, Jadi Contoh Ekonomi Sirkular
SEMARANG[BahteraJateng] – Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Jumhur Hidayat, mengapresiasi inovasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang dikembangkan warga Kelurahan Bulusan, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang.
Apresiasi tersebut disampaikan saat meninjau Kebun Bulusan Edu Park pada Selasa (2/6), yang menjadi pusat edukasi lingkungan dan penerapan ekonomi sirkular di tingkat masyarakat.
Dalam kunjungan yang didampingi Sekretaris Daerah Kota Semarang, Handi Priyanto, Menteri melihat langsung pengolahan sampah organik menggunakan inovasi BIOWASH PROMIC. Teknologi berbasis bioaktivator mikroorganisme itu mampu mempercepat proses penguraian sampah organik menjadi media tanam, pupuk, dan nutrisi tanaman yang ramah lingkungan.
Jumhur menilai keberhasilan warga Bulusan menunjukkan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga dapat menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat.
“Dari RT di Kota Semarang melahirkan satu gagasan bahwa ternyata sampah itu menguntungkan dan itulah ekonomi sirkular. Sampah bukan masalah, bahkan bisa menjadi bagian dari peningkatan kegiatan ekonomi,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sampah perlu didukung melalui kebijakan yang memberi ruang bagi berbagai inovasi masyarakat sesuai karakter daerah masing-masing. Ia optimistis target pengelolaan sampah nasional dapat tercapai jika didorong oleh partisipasi aktif masyarakat.
Sementara itu, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menyatakan keberhasilan Bulusan sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Semarang dalam memperkuat pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir melalui Program Semarang Wegah Nyampah, penguatan bank sampah, dan pengembangan ekonomi sirkular.
Agustina menyebut hingga 2025 terdapat 857 bank sampah aktif dengan 15.725 nasabah. Sampah yang berhasil dikelola mencapai 1.705,7 ton per tahun dengan nilai ekonomi sirkular sebesar Rp1,99 miliar.
“Pada tahun 2026, jumlah bank sampah ditargetkan meningkat menjadi 1.486 unit dengan proyeksi pengelolaan sampah mencapai 2.823,4 ton per tahun,” katanya.
Pemkot Semarang berharap model pengelolaan sampah yang berkembang di Kebun Bulusan Edu Park dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain dalam membangun solusi lingkungan yang berkelanjutan sekaligus bernilai ekonomi bagi masyarakat.(sun)

