Ilmu Pemerintahan FISIP UPS Tegal Perkuat Kesiapan Akreditasi melalui Sosialisasi IAPS 2.0
TEGAL[BahteraJateng] – Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Pancasakti (UPS) Tegal menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi melalui penyelenggaraan kegiatan Sosialisasi Akreditasi LAMSPAK: IAPS 2.0, Praktik Pengisian Formulir Evaluasi Diri (FED), dan Pengenalan SASPAK 2.0 pada Selasa (2/6).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Ki Hadjar Dewantara UPS Tegal ini merupakan hasil kolaborasi antara Kesatuan Asosiasi Program Studi Ilmu Pemerintahan Seluruh Indonesia (KAPSIPI) dan FISIP UPS Tegal. Kegiatan tersebut menjadi forum strategis bagi perguruan tinggi untuk memahami berbagai perubahan kebijakan akreditasi yang diterapkan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Sosial, Politik, Administrasi, dan Komunikasi (LAMSPAK) melalui implementasi Instrumen Akreditasi Program Studi (IAPS) 2.0.
Antusiasme peserta terlihat dari tingginya tingkat partisipasi. Sebanyak 111 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri atas 41 peserta secara luring dan 70 peserta secara daring dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Kehadiran peserta dari berbagai daerah menunjukkan tingginya perhatian institusi pendidikan tinggi terhadap upaya peningkatan kualitas dan kesiapan menghadapi sistem akreditasi terbaru.
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber yang memiliki kompetensi dan pengalaman luas di bidang penjaminan mutu serta akreditasi pendidikan tinggi, yakni Prof. Dr. M. R. Khairul Muluk, M.Si. dan Dr. Muhammad Sulhan, S.I.P., M.Si. Keduanya memberikan pemaparan komprehensif mengenai arah kebijakan akreditasi terbaru, substansi IAPS 2.0, serta strategi penyusunan dokumen akreditasi yang efektif dan sesuai standar LAMSPAK.
Dalam sesi materi, peserta mendapatkan penjelasan mendalam mengenai perubahan instrumen akreditasi, indikator penilaian, serta teknik penyusunan Formulir Evaluasi Diri (FED) yang menjadi salah satu dokumen utama dalam proses akreditasi program studi. Pemahaman yang baik terhadap FED dinilai sangat penting karena dokumen tersebut menjadi cerminan kinerja akademik, tata kelola, dan capaian program studi secara menyeluruh.
Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan SASPAK 2.0, sistem digital yang dirancang untuk mendukung proses administrasi dan pelaksanaan akreditasi secara lebih efektif, transparan, dan terintegrasi. Melalui sesi praktik langsung, peserta memperoleh kesempatan untuk memahami mekanisme penggunaan platform, mulai dari proses input data hingga optimalisasi berbagai fitur yang tersedia dalam sistem.
Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP UPS Tegal menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat kapasitas program studi dalam menghadapi dinamika kebijakan pendidikan tinggi, khususnya di bidang akreditasi.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh peserta tidak hanya memahami substansi IAPS 2.0 dan SASPAK 2.0, tetapi juga mampu mengimplementasikannya secara optimal dalam proses penyusunan dokumen akreditasi di institusi masing-masing. Kesiapan yang baik akan menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas akademik dan tata kelola program studi,” ujarnya.
Melalui sosialisasi dan pelatihan ini, FISIP UPS Tegal bersama KAPSIPI berharap dapat berkontribusi dalam memperkuat budaya mutu di lingkungan perguruan tinggi serta mendorong program studi untuk lebih siap menghadapi proses akreditasi yang semakin adaptif, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia. (sun)

