Petani Kemangi di Blora Ini Manfaatkan Kebun Kosong Menjadi Lahan Cuan
BLORA[BahteraJateng] – Yang muda yang bertani, mungkin itulah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan sosok petani Kemangi, Dwi Sugiarto (37) bersama Ulfa (27), pasutri asal Dukuh Karangnongko, Desa Buluroto, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora.
Sosok laki-laki yang kesehariannya menjadi tukang ojek pangkalan di Pasar Sidomakmur Blora ini, selepas tengah hari selalu ke kebun dekat rumahnya yang dipenuhi oleh tanaman perdu bernilai ekonomis.
Dengan memanfaatkan lahan kurang lebih 200 meter persegi milik orangtuanya yang nganggur, dia menanami kebunnya dengan tanaman kemangi.
“Saya dari pagi hingga jam 11 siang, ‘ngojek’ di pasar Sidomakmur, selepas itu baru ke kebun merawat dan memanen daun kemangi. Saya menjalani ini sejak tahun 2017,” ujar Dwi pada BahteraJateng pada (7/6).
Dwi mengungkapkan hasil yang didapat dari berkebun kemangi selama ini disela-sela dirinya menyemaikan kembali tanaman kemangi.
“Kalau hasil mungkin bisa dihitung ya pak, tapi selama ini hasil panen per hari cukup untuk kebutuhan hidup bersama keluarga. Dan konsumen yang ambil daun kemangi, warung lesehan di Blora hingga Kecamatan Jepon,” ujar Dwi.
Ditempat yang sama, Ulfa menambahkan bahwa dalam satu kantong plastik, dirinya menjual seharga Rp. 15 ribu.
“Biasanya tujuh pohon kemangi sudah satu kantong plastik. Kami punya ratusan tanaman kemangi,” imbuh Ulfa.
Tanaman kemangi yang dibudidayakan Dwi, setiap setahun selalu diremajakan dengan tanaman muda dan pemeliharaannya tanpa menggunakan pestisida maupun herbisida kimia.
“Permintaan pasar saat ini masih tinggi, karena saat ini masih masa peremajaan tanaman (tanaman kemangi miliknya), terkadang pesanan pelanggan tidak dapat saya penuhi permintaannya,” pungkas Ulfa.(day)

