|

Narendra: Penanganan Stunting di Kota Semarang Bagus dan Berdampak Positif

SEMARANG[BahteraJateng] – Anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang Benediktus Narendra Keswara, menyampaikan bahwa penanganan stunting di Kota Semarang sudah cukup bagus dan berdampak positif terhadap penurunan jumlah anak stunting.

Narendra juga mengatakan sebagai anggota legislatif, pihaknya akan selalu mensupport pengadaan dalam hal pemberian makanan tambahan (PMT) yang bergizi untuk penurunan jumlah anak stunting.

“Anggota dewan berkomitmen, untuk pencegahan stunting dan akan mensupport makanan tambahan yang bergizi, untuk bergerak bersama agar kota semarang zero stunting. Selain itu, untuk masalah stunting di Kota Semarang, kami melihat semakin menurun masalah stunting ini ya,” ujar Narendra, baru-baru ini.

Lebih lanjut, anggota DPRD dari fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tersebut menyampaikan, untuk lebih memaksimalkan penanganan stunting di Kota Semarang, perlu diterapkan anggaran secara proporsional dalam penerapannya.

“Yang dimaksud dengan anggaran sistem proporsional itu, ya disesuaikan dengan jumlah RW (Rukun Warga, red) yang ada di tiap-tiap kelurahan di Kota Semarang, jangan dipukul rata atau jangan disamakan anggarannya tiap kelurahan,” jelasnya.

Jadi, lanjutnya, jumlah RW di tiap kelurahan itu berbeda jumlahnya, ada yang 10 RW bahkan lebih, ada juga yang hanya 3 RW. Oleh sebab itu harus berbeda jumlah anggarannya, khusus untuk program penanganan stunting.

“Jadi jangan disamakan anggarannya, untuk kelurahan yang hanya 3 RW dan kelurahan yang memiliki 10 RW atau lebih. Harus proporsional, agar penanganan stunting bisa berjalan lebih maksimal,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *