BRT Trans Semarang
BRT Trans Semarang.(Dok BahteraJateng)
|

Agustina Akan Evaluasi Operasional BRT Trans Semarang, Fokus Tiga Hal Utama

SEMARANG[BahteraJateng] – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menegaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap layanan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang. Langkah ini diambil menyusul insiden kecelakaan yang melibatkan armada beberapa waktu lalu.

Agustina menyampaikan bahwa pihak operator sebagai pengelola layanan telah dipanggil dan diberikan teguran keras.


Evaluasi difokuskan pada tiga faktor utama yang dinilai menjadi pemicu persoalan, yakni kelebihan muatan, kondisi mesin bus yang menurun, serta kualitas sumber daya manusia pengemudi.

“Tiga hal ini kita evaluasi,” tegasnya.

Menurutnya, persoalan kelebihan penumpang masih menjadi tantangan besar karena penambahan armada akan berdampak pada meningkatnya Biaya Operasional Kendaraan (BOK), sementara subsidi untuk Trans Semarang sudah cukup besar.

“Kita ingin jumlah penumpang seimbang dengan jumlah armada, tetapi kemampuan pemerintah kota masih terbatas,” jelas Agustina.

Ia menginstruksikan para pengemudi agar tidak memaksakan bus mengangkut penumpang di luar kapasitas maksimal demi keamanan.

Selain itu, Wali Kota menyoroti kondisi armada yang dinilai kurang optimal akibat uji kelayakan yang sebelumnya tidak dilakukan secara menyeluruh.

“Saya panggil Kepala Dinas dan Sekretarisnya. Ini sudah berkali-kali dan membahayakan,” ujarnya.

Sebagai langkah perbaikan, Pemkot Semarang mewajibkan pihak operator untuk melakukan uji kelayakan penuh terhadap seluruh armada yang akan dikontrak untuk periode Januari mendatang. Agustina bahkan meminta hadir langsung dalam proses tersebut.

“Saya ingin melihat sendiri bagaimana bus itu diuji dengan sebenar-benarnya,” imbuhnya.

Karena kontrak baru akan dimulai pada Januari 2026, operator diberikan waktu hingga 1 Januari untuk memperbaiki armada yang tidak lolos uji.

“Kalau tidak lolos, silakan diperbaiki. Dua kali tidak lolos, perbaiki lagi. Kalau tiga kali tidak lolos, kalian harus ganti bus ini,” tegas Agustina.(sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *