Antisipasi Virus Nipah, Bandara Ahmad Yani Perketat Pengawasan Penumpang Internasional
SEMARANG[BahteraJateng] – Pengelola Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang memperketat pengawasan kesehatan penumpang, khususnya kedatangan internasional, sebagai langkah antisipasi risiko penyebaran virus Nipah.
General Manager Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, Sulistyo Yulianto, melalui Branch Communication and CSR Department Head PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, Arif Haryanto, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Semarang.

“Untuk mengantisipasi masuknya virus Nipah, kami melakukan koordinasi dengan Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Semarang,” ujarnya pada Rabu (4/2).
Langkah ini merujuk pada Surat Edaran Kementerian Kesehatan RI Nomor HK.02.02/C/445/2026 tentang Kewaspadaan terhadap Penyakit Virus Nipah tertanggal 30 Januari 2026.

Dalam pelaksanaannya, BKK Kelas I Semarang melakukan pemantauan penumpang internasional menggunakan thermal scanner untuk mendeteksi suhu tubuh setibanya di area kedatangan Bandara Ahmad Yani.
“Selain itu, penumpang penerbangan internasional yang masuk ke Indonesia diwajibkan mengisi aplikasi All Indonesia sebagai bagian dari pemantauan kesehatan,” imbuhnya.
Petugas juga akan melakukan observasi dan pemeriksaan lanjutan terhadap penumpang yang terdeteksi demam melalui thermal scanner maupun yang mengalami gejala sakit saat tiba.
“Kami mengimbau penumpang yang merasakan demam atau kurang sehat saat tiba di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang untuk segera melapor kepada petugas bandara,” tegas Arif.
Saat ini, Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang melayani dua rute penerbangan internasional, yakni menuju Kuala Lumpur dan Singapura. Upaya pengawasan ini diharapkan mampu mencegah masuknya penyakit menular serta menjaga keselamatan penumpang dan masyarakat.

