Arya Group Bangun 301 Unit Klaster Premium AYRA di BSB Village Semarang
SEMARANG[BahteraJateng] — Arya Group mulai membangun klaster premium AYRA di BSB Village, Kecamatan Mijen, Kota Semarang. Klaster tersebut direncanakan memiliki 301 unit rumah dengan harga mulai Rp1,3 miliar hingga Rp2,5 miliar.
Pembangunan AYRA ditandai dengan groundbreaking yang digelar Minggu (27/9/2026). Prosesi tersebut dihadiri jajaran direksi Arya Group, direksi PT Hijau Cipta Harmoni, manajemen BSB Village, serta Ketua Kadin Kota Semarang Arnaz Agung Andrarasmara.
General Manager PT Hijau Cipta Harmoni, Sony Kurniawan Saputra, mengatakan AYRA menjadi klaster premium pertama yang dikembangkan Arya Group di BSB Village. Proyek ini sekaligus menjadi bagian dari ekspansi perusahaan di sektor properti Kota Semarang dan Jawa Tengah.
“Konsep AYRA ini sebuah masterpiece dari Arya Group. Kami menghadirkan klaster premium pertama di BSB Village yang bertemakan resor dan vila,” kata Sony.
Menurut Sony, AYRA menyasar konsumen kelas menengah hingga menengah atas. Pada tahap awal, terdapat tiga tipe hunian yang ditawarkan, yakni Ayra Eight, Ayra Eight Plus, dan Ayra Deluxe.
Setiap unit memiliki luas tanah minimal 120 meter persegi. Sementara secara keseluruhan, kawasan AYRA akan dibangun dengan konsep natural tropis yang memadukan unsur kayu, batu, serta warna-warna natural.
“Segmentasi pasarnya dari harga Rp1,3 miliar sampai Rp2,5 miliar. Jadi segmentasinya bisa dikatakan kelas middle ke atas,” ujarnya.
Sony menyebut pengembangan AYRA juga memperhatikan aspek lingkungan. Sekitar 40 persen kawasan dialokasikan untuk fasilitas umum, fasilitas sosial, dan ruang terbuka. Khusus ruang terbuka hijau, luas yang disiapkan mencapai sekitar 8 hektare.
Pembangunan klaster tersebut menjadi bagian dari rencana jangka panjang pengembangan BSB Village. Saat ini, kawasan tersebut masih memiliki sisa lahan sekitar 35 hektare secara gross.
Sony mengatakan pembangunan kawasan secara keseluruhan ditargetkan berlangsung sekitar lima hingga enam tahun. Menurutnya, pengembangan hunian baru juga diharapkan dapat menggerakkan aktivitas ekonomi di berbagai sektor.
“Kami membuat klaster baru tujuannya untuk menggerakkan roda ekonomi,” katanya.
Sementara itu, Ketua Kadin Kota Semarang Arnaz Agung Andrarasmara mengapresiasi langkah Arya Group yang tetap melakukan ekspansi di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil.
“Ini perusahaan besar dengan pengusaha-pengusaha muda yang berani berinvestasi,” katanya.
Arnaz menilai iklim investasi perlu didukung melalui kemudahan perizinan dan fasilitas dari pemerintah daerah. Di sisi lain, pengembangan kawasan juga harus tetap memperhatikan penghijauan dan fungsi resapan air.
“Penghijauan yang ada dipertahankan. Area untuk penghijauan sekitar 35-40 persen tetap harus dipenuhi karena ini daerah serapan air dan daerah penghijauan,” ujarnya.

