Candi Gunung Wukir dan Prasasti Canggal: Tonggak Sejarah Kerajaan Mataram Kuno
MUNGKID[BahteraJateng] – Candi Gunung Wukir yang terletak di Dusun Canggal, Desa Kadiluwih, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, merupakan salah satu peninggalan sejarah penting di Indonesia.
Candi bercorak Hindu ini ditemukan bersama dengan Prasasti Canggal, yang mencantumkan tahun pembuatannya, menjadikannya salah satu sumber sejarah tertua terkait keberadaan Kerajaan Medang atau Mataram Kuno.
Menurut Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispuspa) Kabupaten Magelang, Wisnu Budi Argo Budiono, Prasasti Canggal yang ditemukan di kompleks Candi Gunung Wukir kini tersimpan di Museum Nasional Jakarta.
“Berdasarkan isi prasasti, pendiri candi ini diduga adalah Raja Sanjaya, yang juga merupakan pendiri sekaligus raja pertama Kerajaan Mataram Kuno,” tuturnya.
Di kompleks Candi Gunung Wukir, terdapat satu candi induk dan tiga candi perwara (pendamping) yang terbuat dari batu andesit. Sayangnya, kondisi candi-candi tersebut saat ini sudah tidak utuh, hanya menyisakan sedikit reruntuhan.
“Namun, keberadaan yoni, lingga, serta arca Nandi (lembu) menguatkan dugaan bahwa candi ini bercorak Hindu dan didedikasikan untuk Dewa Siwa,” imbuhnya.
Candi ini berdiri di atas bukit di kawasan Dataran Kedu. Untuk mencapainya, pengunjung harus berjalan kaki sejauh sekitar 300 meter dari Dusun Canggal. Lokasinya cukup strategis, berada di dekat jalan yang menghubungkan Kecamatan Salam dengan Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang.
Sejumlah situs sejarah lain juga ditemukan di sekitar Candi Gunung Wukir, seperti Candi Losari yang ditemukan pada 2004, Petirtaan Mantingan pada 2019, serta Candi Gunungsari dan Candi Ngawen. Hal ini menunjukkan bahwa kawasan Dataran Kedu kaya akan peninggalan sejarah dari era Mataram Kuno.
Menurut Wisnu, banyak candi di Kabupaten Magelang terbuat dari batu andesit yang berasal dari gunung berapi.
“Sayangnya, sebagian besar candi mengalami kerusakan akibat bencana alam seperti gempa bumi dan letusan gunung berapi, serta akibat peperangan di masa lalu. Bahkan, beberapa batu candi telah beralih fungsi menjadi tanggul atau pondasi rumah warga sekitar,” jelasnya.
Pelaku wisata Jeep Jurang Jero, Muntilan, Rofi’i, berharap kawasan Candi Gunung Wukir bisa dimasukkan dalam paket wisata sejarah. Selain menyimpan nilai sejarah tinggi, jalur menuju candi yang melewati kampung dan hutan bambu juga dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.(sun)

